Apakah Anda ingin mengurus paspor selama pandemi COVID-19? Perhatikan lima kebijakan imigrasi ini

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Imigrasi membatasi layanan paspor saat pandemi COVID-19.

Selama pandemi COVID-19, pemerintah berusaha mencegah penyebaran ini dengan membatasi masuk dan keluar ke wilayah dan negara untuk mencegah virus Corona.

Untuk mendukung kebijakan ini, Direktur Imigrasi telah memberlakukan pembatasan pelayanan paspor. ditjen_imigration, Administrasi Umum Imigrasi mengumumkan lima kebijakan layanan paspor selama pandemi COVID-19, antara lain: — 1. Pembatasan Layanan – Layanan paspor hanya terbuka untuk pelamar dengan kebutuhan mendesak (pasien darurat pergi ke luar negeri) dan bersifat mendesak. Keluarga mereka.

<< Harus jelas bahwa yang dimaksud dengan pelayanan paspor darurat di tempat kerja tidak melibatkan IKM yang akan pergi ke negara tempat tinggal, namun IKM yang sedang berlibur di Indonesia harus memperbaharui kontrak kerja dengan perusahaan atau perusahaan tersebut. Majikan asing yang paspornya sudah habis. Kata Direktur Pelayanan Imigrasi melalui Direktur Pelayanan Imigrasi Cucu Koswala (Cucu Koswala).

2. Nonaktifkan aplikasi

Penyimpanan paspor online (APAPO) dari sistem aplikasi pendaftaran antrian untuk sementara dinonaktifkan.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online