SIKM PT KAI Imbau Jakarta untuk penumpang pulang pergi tidak lagi membutuhkan CLM kejujuran penumpang

TRIBUNNEWS.COM-Humas PT Indonesia Kereta Api (KAI) Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta sudah tidak perlu lagi memiliki izin masuk dan keluar (SIKM). -Eva mengatakan sedang menyesuaikan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang telah membatalkan SIKM sebagai syarat masyarakat untuk berwisata mulai Selasa (14/7/2020). Penumpang pengganti yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen tidak lagi membutuhkan SIKM.

“Sesuai kebijakan Pemprov DKI Jakarta sejak Selasa 14 Juli lalu, syarat izin masuk dan keluar sudah dicabut. Kini, yang ingin bepergian, kemudian menempuh perjalanan kereta api jarak jauh, berada di wilayah DKI Jakarta. Saat ini SIKM tidak diwajibkan menjadi salah satu syarat bagi calon pengguna yang berangkat dengan menggunakan KA jarak jauh di stasiun Gambir dan Pasar Senen. Hal itu dijelaskannya dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com.

Baca: PT KAI butuh tumpangan Penumpang KA Jarak Jauh dari dan ke DKI Jakarta melakukan CLM

Baca: KAI Akan Tetap Operasikan KA Argo Parahyangan Jarak Jauh pada 13 Juli 2020

Eva mengatakan persyaratan SIKM kini sudah diatur oleh aplikasi JAKI Fill Probability Metric Corona (CLM) dapat diunduh dari Google Play Store dan Apple App Store.

Program ini diimplementasikan oleh PT KAI Daop 1 Jakarta. Mulai Rabu (15 Juli 2020) .— -Untuk itu, Eva juga mengimbau calon penumpang jujur ​​saat menyelesaikan CLM. Sejak surat itu dirilis, masih disarankan calon penumpang KA berangkat ke dan dari Jakarta untuk PCR atau quick test untuk menunjukkan surat gratis Covid-19.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online