Jangan buka sekolah di luar area hijau

Penulis: Hengke · Se Diya Van Bon (Jenwi Setiawan Boen), Koordinator Departemen Hukum Joko Widodo – Timnas Maloof Amin (Ma’ruf Amin)

Terry Bernard – 2019 Pada pertemuan dengan DPP pada 6 November, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Nadiem Makarim) teknologi transparan, dan semua kebijakan dan aturan harus digerakkan oleh data. Pernyataan Nadiem Makarimini itu benar dan akurat.

Jadi ketika Nadiem Makarim mengumumkan bahwa pemerintah berencana untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di luar kawasan hijau dan mengembangkan protokol perawatan kesehatan, kami semua terkejut. Baca: Pemerintah Kota Surabaya Melihat Sekolah Secara Tatap Muka, Ini Alasan-Saya Tidak Memahami Keputusan Ini. Data apa yang digunakan pemerintah dan Nadiem Makarim untuk memastikan bahwa wabah Covid-19 di Indonesia tidak menurun, kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan di sekolah?

Data terkini bahkan menunjukkan jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat, hingga saat ini terdapat 104.432 kasus di luar Indonesia, dan baru muncul 90 cluster perkantoran di Jakarta.

Data di atas adalah data resmi, jadi selalu ada kemungkinan bahwa nomor ini tidak akan ditemukan lagi.

Misal, ketika data resmi menunjukkan pemerintah memiliki 2.276 kematian, ternyata Tempo menemukan data dari rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. Di seluruh Indonesia, korban tewas sebenarnya 13.885, yang merupakan angka kematian yang dilaporkan. Empat kali lebih banyak. Anji membenarkan adanya kesulitan di sekolah online, dan pemerhati pendidikan mengingatkan guru dan orang tua akan peran penting tersebut – sejak pelonggaran PSBB, puluhan kantor sudah melihat maraknya cluster virus Cast Ona. 4 Juni 2020 juga membuktikan regulasi kesehatan berlaku bagi Semua kantor, termasuk mengurangi kapasitas ruangan menjadi hanya 50%, hanya dapat mengurangi jumlah orang yang akan tertular, tetapi tidak dapat mencegah peningkatan jumlah orang yang tertular.

Di kantor tempat Anda bekerja, orang dewasa adalah orang dewasa dan harus dikenakan sanksi lebih disiplin dalam menerapkan prosedur kebersihan, tetapi mereka tetap terpengaruh. Bagaimana dengan anak-anak yang sudah pasti tidak disiplin seperti orang dewasa?

Di sekolah, mereka mungkin dipaksa untuk mematuhi prosedur kesehatan yang ketat, tetapi apakah mungkin untuk menjamin bahwa mereka akan mengikuti prosedur kesehatan setelah mereka meninggalkan sekolah? Orang dewasa lajang tidak bisa, itulah salah satu alasan mengapa jumlah penderita Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online