Rahasia Diana Bakery melewati fase pandemi

Laporan Choirul Arifin, jurnalis Tribunnews.com, Jakarta

Tribunnews.com, Jakarta-Bagi UKM di Jakarta, wabah Covid-19 berdampak sangat signifikan. Namun, perusahaan kecil dan menengah yang menjual makanan seperti roti dan kue berbeda.

Bagi peserta dalam industri makanan ini, penjualan meningkat selama pandemi, banyak di antaranya dikirim oleh konsumen atau dipesan secara online. Pemilik toko roti Diana (Diondy Kusuma) mengaku selama Ramadhan dan pantangan sosial massal (PSBB), banyak pelanggan yang memesan delivery order produk roti dan kue dari kerabat dalam bentuk paket untuk menjalin silaturahmi. . Selain itu, jumlah kiriman kami tidak kurang dari 200 paket, ”kata Diondy dalam keterangan resminya .

Bacaan: Selain demam dan sesak napas, diare juga bisa jadi gejala Covid-19 pada anak-anak — -Dia mengatakan kunci sukses meluncurkan bisnis makanan ini tidak lepas dari portal belanja toko online. Brand bakery berdiri pada tahun 2001. Brand bakery berdiri pada tahun 2001 dan telah tersedia melalui jejaring sosial, e-commerce atau website official Platform penjualan online.

“Banyak brand lain yang tutup karena hanya fokus pada penjualan offline, namun bila kita sudah siap dan waktunya tepat, maka penjualan online akan sangat membantu. “—“ Kami sangat bersyukur tidak perlu memberhentikan staf, berkat banyaknya pesanan yang ingin dijaga pelanggan dengan mengirimkan produk kami, ”ujarnya.

Baca: Walikota Bogor Minta Covid-19 Popularitas dilihat sebagai ujian iman, bukan ujian kesehatan. Saat mendirikan Diondy Diana Bakery pada 2001, ia memulai dengan penjualan. Dengan mobil van. Diondy kini memiliki 3 cabang offline dan mengelola penjualan online.

Selain website, ia juga menjual roti dan kue di Tokopedia Market, Shopee dan Instagram.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online