Tanggapan Ketua MPR terhadap beberapa persoalan praktis terkait pandemi Covid-19

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pada Musyawarah Tahunan MPR RI 2020 yang diselenggarakan pada Jumat (14/8/2020) di Gedung Nusantara, Gedung DPRD Jakarta, Ketua MPR Bambang Soesatyo berpidato tentang isu-isu praktis seputar pengelolaan hak asasi manusia. Menanggapi. Pandemi COVID-19. -Misalnya, dengan mengimplementasikan perjanjian kesehatan Covid-19, ia menyatakan perlu adanya sanksi tegas yang membuat masyarakat terkena tindakan disipliner atas penerapannya.

“Dalam pelaksanaan perjanjian kesehatan Covid-19, personel harus dihukum secara tegas. Perjanjian tersebut tunduk pada peraturan daerah / Perda, namun pengerjaan penyusunan Perda tidak akan selesai hingga akhir tahun. Dengan banyaknya kasus Covid-19 di daerah tersebut Tingkatkan, “katanya.

Ia juga memaparkan beberapa langkah yang harus dilakukan, misalnya mendorong penyusunan peraturan daerah mengacu pada Inpres Nomor 6 Tahun 2020, yang meliputi peningkatan disiplin dan penerapan protokol hukum kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Rasa keadilan. Dan perlindungan komunitas.

Kedua, pemerintah daerah / daerah yang belum merumuskan perda terkait disiplin masyarakat didorong untuk segera menyusun perda bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat saat melaksanakan kesepakatan kesehatan, agar pelaku dapat mengikuti rumusan pemerintah daerah. Regulasi, terutama yang terkait dengan kesehatan perjanjian, menjadi dasar tindakan terhadap masyarakat yang cuek. Ia mengatakan bahwa Covid-19 di masyarakat “harus didukung oleh polisi dan TNI. Selain itu, masyarakat juga harus peduli dengan keselamatan diri sendiri.” – Keempat, ia mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi kegiatan seperti memakai masker Prosedur kesehatan. Masalah, rajin mencuci tangan dan keterasingan fisik. .

Selain itu, karena banyaknya permasalahan dalam penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi dan rendahnya penyerapan anggaran, Ketua MPR memaparkan banyak langkah) .

Pertama, mendorong pemerintah untuk melakukan segalanya Upaya penanggulangan pandemi Covid-19 seperti penerapan rapid test, swab testing, monitoring / tracking, dan penerapan prosedur kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. –Kedua, dorong pemerintah untuk segera menyerap semua anggaran yang dikelola Covid-19 secara maksimal. Dari sudut pandang yang sama, penyerapan rencana stimulus ekonomi / anggaran PEN dapat tercapai sesuai target, karena selama ini anggaran PEN hanya menyerap Rp. Total Rp 151,25 triliun. 695,2 triliun. Dalam anggaran PEN.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online