Individu-individu dengan kekayaan tinggi meminta Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk menyelidiki tuduhan perbudakan kapal Tiongkok

Hidayat Nur Wahid, Wakil Presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR, mengungkapkan keprihatinannya atas pengakuan Kementerian Sumber Daya Manusia dan Imigrasi yang menolak menolak kedatangan tenaga kerja asing asal Tiongkok dalam bencana nasional ke-19 tersebut. Investigasi terkait dengan media Korea Selatan melaporkan dugaan diskriminasi dan perbudakan, serta pelanggaran HAM terhadap warga negara Indonesia yang bekerja di kapal berbendera Tiongkok. Selain itu, kekerasan yang diduga mengakibatkan kematian dan tubuhnya “dibuang” ke laut. Hidayat mengatakan dalam siaran pers: “Ini membutuhkan penyelidikan penuh. Kementerian Luar Negeri dapat bekerja sama dengan pihak berwenang Korea Selatan atau komunitas internasional terkait lainnya.” Dia mengirimkan barang-barang di Jakarta pada Kamis (7/5). -Hidayat, yang juga anggota Republik Demokratik Rakyat Indonesia di distrik pemilihan kedua Jakarta, percaya bahwa meskipun hukum dan peraturan internasional mengatur penanganan mayat ketika mengangkut kapal, jika hasil investigasi menunjukkan bahwa berita itu benar, maka pemerintah Indonesia harus mengambil tindakan serius. Langkah-langkah untuk menuntut pekerja migran Indonesia karena perbudakan atau pelanggaran hak asasi manusia. “Jika ini masalahnya, itu harus dianggap serius secara hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai bukti keberadaan negara untuk melindungi semua orang Indonesia. Hidayat menambahkan.

Selain itu, Hidayat, umumnya dikenal sebagai “individu bernilai tinggi,” mengingatkan pemerintah Indonesia tentang tanggung jawabnya, Kementerian Luar Negeri, yang bertanggung jawab untuk melindungi semua warga negara Indonesia di antara orang asing. Menurut dia, kasus perbudakan yang dilaporkan oleh media Korea tampaknya merusak wajah semua orang Indonesia. Kekayaan bersih yang tinggi menyesalkan kejadian ini karena berbeda dengan perlakuan yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia kepada pekerja Cina yang datang ke Indonesia.

“Hanya selama periode Covid-19, pekerja asing dari China masih berada di banyak ‘karpet merah’ pemerintah Indonesia yang bekerja di Indonesia. Monkumham bahkan mengeluarkan peraturan menteri untuk mengecualikan TKA Dan terus bekerja, “katanya di atas kapal Cina. Pekerja Indonesia didiskriminasi, diperlakukan tidak manusiawi, dan bahkan meninggal, dan tubuh mereka “dibuang” ke laut.

Dalam hal ini, terdapat tuduhan diskriminasi dan pelanggaran hak. Menurut laporan, pekerja Indonesia harus bekerja, yang berbeda dari pekerja Tiongkok, melebihi jam kerja yang diharapkan, yaitu lebih dari 11 jam sehari, dengan upah yang sangat rendah, dan minum air laut. .

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online