Ini merupakan langkah Sekjen untuk mencegah penyebaran virus corona

Sekretariat Jenderal MPR TRIBUNNEWS.COM-MPR telah merumuskan langkah preventif dan protektif di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Mengenai klasifikasi COVID-19 sebagai bencana nasional (non-natural disaster) dan instruksi Presiden bahwa Dinas Sipil Nasional (ASN) dapat bekerja dari rumah, dan surat edaran Menteri Reformasi Administrasi dan Reformasi Birokrasi tentang penyesuaian pekerjaan ASN untuk mencegah COVID-19 Sistem diseminasi di lembaga pemerintah. -Tindakan yang diambil oleh Sekretariat Jenderal MPR diatur dalam Surat Edaran Sekretaris Jenderal MPR No. 4 tahun 2020 tentang pencegahan dan perlindungan penyebaran COVID-19 dalam Sekretariat Jenderal MPR dan Surat Edaran No. 5 Tahun 2020 melibatkan penyesuaian sistem kerja ASN untuk Cegah penyebaran COVID-19 di dalam Sekretariat Jenderal MPR. Surat Edaran ini dikirimkan kepada seluruh pegawai Setjen MPR dengan tujuan untuk mencegah dan meminimalisir risiko COVID-19 di lingkungan Setjen MPR dan seluruh masyarakat. Hindari mengganggu fungsi Sekretariat Jenderal MPR sekaligus menghindari wabah COV-19 untuk mendukung operasional lembaga MPR yang masih belum maksimal dalam kondisi yang ada, ” kata Ma’ruf kemarin, di Jakarta. MPR. Sekretariat Jenderal Musyawarah Rakyat (MPR) bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19, pertama dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), yang meliputi makan makanan bergizi seimbang, buah-buahan dan sayur-sayuran; istirahat yang cukup Dan bekerja di luar jam kerja yang dibatasi (lembur); setelah bekerja di dalam dan di luar kantor dan melakukan aktivitas, sebelum dan sesudah makan, setelah menyentuh benda-benda yang mungkin dipegang banyak orang (gagang pintu, tombol lift, dll.), Harap gunakan sabun desinfektan dan Cuci tangan secara rutin dengan air mengalir; gunakan masker batuk / bersin atau tutupi mulut dan hidung dengan tisu, sapu tangan atau lengan atas. Berhenti merokok karena akan menurunkan kekebalan tubuh.

Kedua, dengan menghilangkan limbah yang dapat menyebabkan penularan penyakit (penggunaan Tisu bekas, masker) dan limbah lainnya ditempatkan di tempat sampah / kantong tertutup untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bersih; tempat yang bersih sering terkontaminasi oleh disinfektan (seringkali oleh meja konferensi, gagang pintu, tombol lift, ramp) , Mesin absensi, gagang kursi, dll.); Memaksimalkan penggunaan sirkulasi udara yang baik dan ventilasi cahaya yang cukup; menyediakan bahan yang diperlukan / kebutuhan untuk tetap bersih; ketiga, melindungi kesehatan diri selama perjalanan, terutama dengan menunda pergi ke luar negeri / meninggalkan Perjalanan dinas daerah, kecuali untuk tujuan yang tidak dapat ditunda; batasi kontak langsung dengan orang lain selama perjalanan; jangan menyentuh wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu; jika Anda memiliki gejala batuk / bersin, mohon kenakan masker; kurangi kontak dengan orang lain Interaksi orang dengan gejala batuk / pilek / bersin.

Keempat, jika Anda bepergian ke luar negeri atau dipastikan terinfeksi COVID-19, Anda akan menjalani karantina sendiri (karantina sendiri) dalam waktu 14 hari setelah Anda kembali ke Indonesia ) Mengukur dan membatasi interaksi dengan orang lain. Jika Anda mengalami demam, batuk, atau pilek dan tidak ada sesak napas dalam waktu 14 hari, harap pergi ke institusi medis terdekat. Jika tidak ada gejala demam, batuk, atau pilek dalam 14 hari, maka Anda Kondisi fisik rumah sakit masih perlu dilakukan pemeriksaan untuk memperoleh ijazah sehat. Langkah yang dilakukan adalah Sekretariat Jenderal ASN MPR dapat menjalankan jabatan publiknya di tempat tinggal / kediamannya, namun syaratnya pejabat tingkat I, II, dan III bertugas sebagai khusus. Agen, tenaga ahli, pejabat tingkat keempat dan pegawai dapat bekerja di kantor selama menjalankan tugasnya Keluarga / tempat tinggal (bekerja di rumah), sedangkan tenaga medis fungsional dan dokter Poliklinik MPR tetap melamar sesuai dengan ketentuan Setjen MPR Hari dan jam kerja diatur untuk bekerja, efektif menjalankan fungsi resmi di rumah / rumahPai, 31 Maret 2020.

Dalam rangka melaksanakan acara ini, Sekretariat Jenderal MPR telah mengatur untuk menunda atau membatalkan semua acara tatap muka yang dihadiri oleh banyak peserta. Rapat diadakan sangat selektif berdasarkan prioritas dan urgensi, dan menggunakan teknologi dan informasi yang tersedia. Jika ada kebutuhan mendesak untuk mengadakan pertemuan di kantor, Sekretariat Jenderal MPR juga akan melakukan jarak sosial (perhatikan jarak yang aman).

Untuk perjalanan resmi, Sekretariat Jenderal MPR telah mengatur perjalanan internal untuk dilakukan secara selektif sesuai dengan prioritas dan urgensinya. Sedangkan untuk perjalanan dinas ke luar negeri, implementasinya telah ditunda.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, Sekretariat Jenderal MPR telah mendesinfeksi lingkungan kerja Sekretariat Jenderal MPR. “Kita semua bertindak cepat. Pembersih tangan atau pembersih tangan telah ditempatkan di semua tempat di mana orang lewat. Ma’ruf Cahyono mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal MPR juga akan memberikan vitamin kepada semua karyawan untuk meningkatkan kekebalan.

” Dalam analisis akhir , Ini adalah kesadaran diri untuk mencoba mengambil tindakan yang diharapkan secara mandiri. Padahal, aktivitas dan interaksi tidak hanya terjadi di lingkungan kerja, tetapi juga di luar, seperti terminal dan stasiun. Dia menyimpulkan bahwa kami berharap pandemi COVID-19 dapat ditularkan sesegera mungkin.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online