Hidayat Nur Wahid menerima Forum Islam Parlemen Internasional

TRIBUNNEWS.COM-Delegasi Forum Islam Internasional Parlemen mengunjungi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Dalam pertemuan itu, Hidayat Nur Wahid mendampingi beberapa anggota MPR, sementara delegasi Forum Parlemen Islam Internasional dipimpin oleh Bpk. Abdul Majid Munasharah dari Aljazair. Indonesia. Forum ini terdiri dari anggota parlemen Muslim dari beberapa negara dan menyelenggarakan banyak acara, termasuk seminar dan kunjungan ke berbagai tempat.

“Mereka akan menyelenggarakan beberapa kegiatan di Indonesia. Selain mengunjungi Konferensi Konsultasi Rakyat, mereka juga menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya menunjukkan kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga menunjukkan berbagai kegiatan kepada masyarakat internasional.” Pertemuan tersebut diadakan pada Kamis (02/2) 13/2020) Hidayat Nur Wahid diadakan di aula delegasi Gedung Parlemen Jakarta.

Hidayat mengungkapkan pada pertemuan Forum Parlemen Muslim Global bahwa ia didorong untuk terus memperjuangkan demokrasi dan demokratisasi, berjuang melalui parlemen, dan meningkatkan kualitas hak asasi manusia. Orang-orang Palestina, Rohingya, dan komunitas-komunitas tertindas lainnya. “Mereka menekankan bahwa perjuangan melalui parlemen membutuhkan kerja sama, penyebaran dan penguatan. Karena keberadaan demokrasi dan parlemen, banyak hal dapat dilakukan untuk kesejahteraan umat manusia. Dalam konteks Islam, ini membuktikan bahwa Islam memang adalah Rahmantan. Lil alamin bukan anti-demokrasi, itu membawa manfaat. Pada pertemuan itu, Hidayat juga menyampaikan pengalaman partai politik Islam Indonesia dalam hal demokrasi.

“Saya telah mentransfer Partai Islam, dalam hal ini PKS, juga merupakan bagian dari partai politik lainnya, dan yang lainnya dapat mengusulkan undang-undang tentang kewirausahaan nasional. Ini menuntut Partai Islam untuk juga mempertimbangkan ekonomi nasional. Kami juga mengusulkan undang-undang untuk melindungi para pemimpin agama dan melindungi simbol-simbol agama. Dengan kata lain, Partai Islam tidak hanya mempertimbangkan Ulama, tetapi juga para pemimpin agama dalam arti luas. -Hidayat menjelaskan kepada delegasi Forum Parlemen Muslim bahwa MPR telah mengubah Konstitusi untuk memberikan manfaat, misalnya, ketentuan tentang pendidikan nasional tidak hanya memberikan kecerdasan tetapi juga iman, kesalehan dan karakter mulia. “Ini menegaskan bahwa parlemen dapat membawa manfaat tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi negara. “Setelah pertemuan, Dr. Abdul Madjid Munasharah, Ketua Forum Parlemen Muslim Global, mengatakan bahwa melalui forum ini, mereka dapat bertukar pengalaman dan belajar dari hukum satu sama lain. Dia juga Memuji demokrasi Indonesia. “Demokrasi Indonesia berkembang dengan pesat.” Kami telah belajar banyak dari demokrasi Indonesia. Kehadiran kami dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia memang sangat baik. Terlepas dari perbedaan dan keragaman, kami saling menghormati.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online