Gus Jazil: Santri harus berani maju

Jazilul Fawaid, Wakil Presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR, mengajak mahasiswa untuk berani tampil di pentas nasional dengan mumpuni ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa adalah pemimpin masa depan. Qamarul Huda Bagu di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (11 November 2020). Konferensi ini dihadiri Tuan Guru Haji (TGH) Turmudzi Badruddin saat siaran kerja sama MPR dengan Akademi Pemuda Nusantara.

Gus Jazil, panggilan akrab Jazilul Fawaid, menyatakan bahwa kehadirannya di Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu mengingatkannya bahwa dirinya adalah seorang santri. “Waktu saya masih mahasiswa, saya bukan bayang-bayang wakil presiden MPR. Ia berkata:“ Sekarang saya bangga berada di sini di depan para pemimpin nasional. “-Menurut Gus Jazil, dalam suasana freelance ini sangat mudah mencari ilmu dengan browsing internet atau sekedar mengetik di Google misalnya. Katanya:“ Kalau baca buku kuning yakin mahasiswanya sudah mahir. Namun, iptek juga harus dikuasai oleh anak-anak petani. Dulunya, BJ Habibie dari keluarga Santri bisa membuat pesawat terbang. -Gus Jazil mempersoalkan generasi milenial. Sekarang tidak bisa dibandingkan dengan prestasi BJ Habibie. Katanya: “Jadi, untuk mencapai kemandirian ini mahasiswa harus maju. Tidak perlu merasa rendah diri. Biasanya, anak sebaya biasanya merasa tidak aman dan kurang percaya diri. Mahasiswa tidak perlu minder karena keberadaan negeri ini diuntungkan dari perjuangan para mahasiswa. Ada juga Kiai, jadi mahasiswa punya kesamaan di negeri ini. “-Gus Jazil berpesan kepada siswa untuk mencari ilmu, tidak menunda, dan tidak memiliki mimpi jangka panjang.” Buku karangan KH Hasyim Asyhari, “Kode Etik Guru dan Murid” mengingatkan anak-anak saya untuk memanfaatkan usia mereka. Untuk menimba ilmu. Jangan tertipu oleh penundaan dan fantasi jangka panjang. Dia memerintahkan agar waktu yang telah berlalu tidak akan kembali.

Menurut Gus Jazil, anak muda biasanya suka menunda-nunda. “Anak muda harus cepat dan jangan mengembangkan kebiasaan menunda-nunda. Yang bisa dilakukan jangan ditunda, karena waktu tidak akan kembali. Anak muda juga memimpikan yang lama. Mau itu, mau. Said.-Gus Jazil berharap santri Qamarul Huda memiliki semangat untuk mencari ilmu yang tinggi, rajin membaca, tidak menunda-nunda, dan tidak punya mimpi jangka panjang.

Terkait sosialisasi empat pilar, Gus Jazil mengungkapkan bahwa empat pilar merupakan komitmen negara. Menjadikan Indonesia lestari. Agar tetap utuh dan lestari harus didukung oleh empat pilar (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika). Ia menjelaskan: “Melalui petani, kita telah mengajarkan Hubble Wow Melonggarkan keyakinan, cinta tanah air dan tanah air adalah bagian dari iman. Agama dan negara tidak bertentangan. “Inilah dasar negara untuk didukung oleh agama dan agama oleh negara. Dia mengatakan:“ Indonesia adalah negara besar. Semua agama, semua ras, tapi orang-orangnya damai dan tidak akan berperang, apalagi menggunakan kekerasan. Ini merupakan salah satu kontribusi para ulama dan kristen khususnya muslim. “

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online