Tanggapan Bambang Soesatyo atas pertanyaan praktis tentang kerja manipulasi Covid-19

TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo (Bamsoet), Pembicara Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menanggapi berbagai persoalan praktis yang hangat hangat diperbincangkan belakangan ini, khususnya survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan Jenis kesepakatan sanitasi yaitu jarak fisik relatif masih rendah tergantung pada masyarakat. Terkait masalah ini, Bamsoet mendorong pemerintah dan kelompok kerja pusat dan daerah yang dikelola Covid-19 mengajak masyarakat untuk mematuhi prosedur kesehatan guna lebih memahami kondisi antropologis dan sosial masyarakat setempat,

tujuannya untuk mendorong sosialisasi dan penegakan agen. Aspek pendidikan. Protokol sanitasi (menggunakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan / 3M), terutama di wilayah yang tingkat penerapannya rendah, dapat meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat.

Selain itu, Bamsoet mendorong pemerintah dan kelompok kerja penanganan Covid-19 untuk bekerja sama dengan instrumen TNI-Polri untuk menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya, yaitu upaya mendobrak hambatan saluran transmisi. Misalnya melalui penggunaan humanisme dan metode aksi persuasif, Covid-19 dicapai dengan memaksimalkan dan memperkuat tindakan yudisial.

Selanjutnya, Bamsoet mendorong pemerintah dan aparat keamanan untuk melibatkan masyarakat dalam masyarakat. Dapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menerapkan prosedur kebersihan dan dampak sikap apatis pada kesehatan pribadi.

Dengan cara ini, komunitas dapat membantu kelompok kerja menerapkan protokol dan mengembangkan kampanye untuk gerakan Covid-Disiplin. 19 program pencegahan tersebut, termasuk kelompok Pramuka yang menganggap bahwa pemerintah tidak dapat mengatasi epidemi sendirian, termasuk mengubah perilaku masyarakat agar sesuai dengan rencana pencegahan program.

Bamsoet juga mengajak masyarakat untuk menaati penerapan Covid dan menerima tindakan disipliner.19 Protokol kebersihan penggunaan media sosial, media penyiaran (radio dan televisi), spanduk dan iklan (3M, pakai masker, jaga jarak dan cuci pakai tang a) Ini penting untuk mempercepat respons pemerintah terhadap pandemi.

Isu kedua adalah dampak positif Covid-19 di lingkungan petani, yang masih ada di beberapa daerah. Sama seperti Kota Tasikmalaya di Provinsi Jawa Barat, kota ini telah mendaftarkan 12 personel aktif dari sebuah pesantren di wilayahnya, 46 santri dinyatakan positif Covid-19 di Kingingan dan 190 orang. Para santri pondok pesantren yang dipastikan positif berada di Purwokerto. –Bamsoet mendorong pemerintah (dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag)) dan pemerintah daerah, serta jajaran manajemen dan satgas pondok pesantren untuk melakukan langkah mitigasi sesuai dengan kesepakatan kesehatan Santri yang dinyatakan positif terkena Covid-19. Reaksi positif untuk menghindari penyebaran.

Kemudian dia juga mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan khusus terhadap pesantren untuk mencegah penyebaran Covid-19 di banyak pesantren. Sekolah melakukan tes skala besar pada Covid-19, menindaklanjuti kontak dan mendisinfeksi setiap ruangan dengan disinfektan di lingkungan saat ini untuk memutus rantai penularan Covid-19. .

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online