Memperkuat perlindungan lansia selama pandemi darurat

TRIBUNNEWS.COM-Perlindungan lansia (lanjut usia) seringkali tidak mendapat perhatian utama negara, karena selalu berbenturan dengan produktivitas. Kita harus mengambil langkah konkret dan segera untuk mengantisipasi peningkatan jumlah lansia di masa depan.

“Lansia adalah bagian dari kehidupan seseorang. Data BKKBN memperkirakan pada tahun 2025, Wakil Ketua Musyawarah Permusyawaratan Penduduk Lanjut Usia di Indonesia mengatakan untuk itu, pemerintah harus segera mengambil serangkaian langkah terukur untuk mengantisipasi. “Lestari Moerdijat, masyarakat Indonesia, memperingati Hari Lansia Sedunia pada pertemuan virtual Persatuan Ahli Geriatri Kedokteran Indonesia (Pergemi) yang diadakan pada Kamis (1/10).

Leistari berkeyakinan bahwa salah satu bentuk harapan adalah segera mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat menyelesaikan permasalahan lansia. Di banyak rumah sakit selama pandemi.

Catatan data hemodialisis, 16% dari jumlah positif Covid-19 di Tanah Air berasal dari lansia, dengan angka kematian 44%.

Partai NasDem justru menjelaskan bahwa undang-undang yang mewajibkan pemerintah melindungi lansia cukup komprehensif. Antara lain, Pasal 30 UU HAM Nomor 39 Tahun 1999 mengatur bahwa setiap orang berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman rasa takut melakukan atau tidak melakukan sesuatu. benda.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lansia. -Larry berharap pemerintah dapat melaksanakan tugas-tugas yang diwajibkan dengan kepatuhan yang tulus terhadap beberapa peraturan tersebut. Rerie, pandemi Covid-19 saat ini di negara tersebut tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah, dan ancaman terhadap lansia bahkan lebih besar.

Dalam kesempatan konferensi ilmiah, Pergemi memberikan pemerintah 30 poin rujukan bagi tenaga medis dan masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru selama pandemi Covid-19.

Konten yang direkomendasikan kepada pemerintah termasuk perkiraan bau pemerintah untuk memastikan penggunaan alat uji reaksi berantai polimerase transkripsi terbalik (RT-PCR) yang terjangkau di institusi medis dan pelacakan kontak orang tua di masyarakat . Layanan konsultasi jarak jauh, perawatan di rumah dan layanan pengiriman ke rumah. Tindakan darurat dari rekomendasi tersebut menyatakan bahwa pemerintah dan mitranya didesak untuk memenuhi kebutuhan para lansia sehingga mereka dapat dengan mudah mengakses peluang sosial dan ekonomi, cocok untuk lansia, dan selalu mematuhi prosedur kebersihan yang ketat.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online