Nusantara pertama-tama mengevaluasi MKK virtual dengan interpretasi bahasa daerah

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Nusantara Mengaji kembali menggelar grand gathering yang melahirkan generasi pecinta dan pelayat Alquran di Indonesia. -Di negara-negara yang masih mewabahnya wabah Covid-19, kompetisi Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) dilakukan secara virtual.

“Acara ini menciptakan cerita baru bagi kami. Selain pentas virtual, peserta juga harus membaca, menjelaskan dan menjelaskan dalam bahasa ibunya,” ujarnya. Katanya.

Bahasa ibunya adalah bahasa warisan atau bahasa daerah. Asal setiap peserta. Ia mengatakan: “Kalau dulu bahasa Indonesia dulu, maka MKK terpaksa menggunakan bahasa daerah kali ini.” -Pasalnya Jazilul yang biasa disapa Gus Jazil mengatakan bahwa Nusantara memiliki banyak bahasa. Ia mengatakan Alquran juga bisa diartikan dalam bahasa daerah, seperti bahasa Sunda , Madura, Jawa, Bugis, Batak, Melayu dan daerah lainnya. Katanya .

Kegiatan MKK menyebutkan, Wapres MPR RI saat ini memiliki 785 orang terdaftar di seluruh nusantara.

“Dan ada sekitar 50 peserta dari berbagai bahasa daerah, dari Aceh, Palembang, Jawa, Ngapak Jawa, Sunda, Madura, Kalimantan, Bugis dan Kaili. Sebagian besar peserta masih dari Jawa.” Dia menjelaskan.

“Saya berharap Alquran akan menjadi favorit semua suku di negara kita. Saya juga berharap dia berkata:” Alquran dapat menjadi kekuatan kohesif bagi keanekaragaman nusantara, menjadikannya alat persatuan daripada alat konfrontasi. Kalau kita suka Alquran, kita akan cinta Nusa Tara, Indonesia, ”jelasnya.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online