Perpustakaan MPR bekerja sama dengan Universitas Kuningan

TRIBUNNEWS.COM-Usai ditangkap akibat pandemi Covid-19, perpustakaan Konferensi Permusyawaratan Rakyat (MPR) kembali memulai kegiatan kerja sama dengan perguruan tinggi. Kali ini, MPR bekerja sama dengan Universitas Kuningan untuk mengelola perpustakaan tersebut. Kerja sama tersebut meliputi pertukaran informasi dan publikasi antara Perpustakaan MPR dengan Universitas Kuningan (Uniku).

Penandatanganan kerjasama berlangsung di Gedung Pusat Mahasiswa Iman Hidayat, Universitas Kuningan, Kuningan, Jawa Barat. , Jumat (23 Oktober 2020). Kerjasama ini ditandatangani oleh MPR Siti Fauziah, SE Kepala Biro Humas Setjen MM, dan Dr. H. Dikdik Harjadi, Kepala Sekolah Uniku dari Universitas Kuningan ditandatangani oleh MSi. -Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman antara MPR dan Uniku, Nota Kesepahaman selanjutnya ditandatangani oleh Perpustakaan MPR Yusniar, SH dan Uniku Ngatimin, M.Pd serta Dekan Fakultas Hukum Uniku Dr. Haris Budiman, Shanghai, MH. Direksi Yayasan Sang Adipati Kuningan turut berpartisipasi dalam penandatanganan Nota Kesepahaman dan naskah kerjasama MoA. Di perpustakaan universitas bersama narasumber Suwari Akhmaddhian SH, MH melakukan analisis dengan topik “Survei Hak Angket dalam Sistem Pemerintahan Nasional Republik Indonesia (Penelitian Hak Survei KPK oleh Republik Demokratik Rakyat)” ​​(makalah). (Vean-Dean I FH Uniku).

Setelah MPR dan Uniku menandatangani nota kesepahaman dan nota kesepahaman, Penanggung Jawab MPR Siti Fauziah dari Humas menyampaikan bahwa kerjasama semacam ini merupakan kerjasama antara MPR dengan Uniku, khususnya MPR bentuk. Perpustakaan dan Perpustakaan Uniku. Ia mengatakan: “Ke depan akan ada kerjasama antar perpustakaan, semua orang bisa saling berbagi. Kerja sama yang saling menguntungkan. Perguruan tinggi dan mahasiswa bisa menikmati koleksi perpustakaan MPR.” – Siti Fauziah mengungkapkan bahwa MPR akan terus menggarap buku-buku di kampus-kampus di Indonesia Kerjasama paviliun. Sebelumnya, pada awal September 2020, MPR memiliki perpustakaan universitas dan menjalin kerja sama dengan Universitas Sultan Agen Tirtesa (Untirta). Ia mengatakan: “Bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kita akan melihat artikel atau makalah yang terkait dengan UUD dapat ditinjau oleh perpustakaan akademik.”

Siti Fauziah mengatakan melalui kegiatan perpustakaan akademik ini, MPR berharap dapat memperkenalkan MPR Perpustakaan untuk siswa. Saya tidak tahu kalau MPR memiliki perpustakaan yang cukup lengkap, juga koleksi beberapa buku khas MPR. Buku-buku ini tidak diperjualbelikan atau dipasarkan, tapi yang dibutuhkan mahasiswa hukum, “- ujarnya. Rekor amandemen UUD 1945 dari 1999 hingga 2002, termasuk amandemen perjanjian pertama hingga keempat, menjadi incaran para pelajar, khususnya mahasiswa fakultas hukum.Buku-buku tersebut hanya tersedia di perpustakaan MPR .— – “Melalui acara ini, kami berharap dapat menampilkan publikasi perpustakaan MPR dan produk MPR. Mahasiswa, perorangan maupun kelompok bisa berkunjung ke perpustakaan MPR, ”imbuhnya. Presiden Uniku Dikdik Harjadi mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dengan MPR. Melalui kerja sama ini, produk atau publikasi MPR dapat disebarluaskan di perguruan tinggi.“ Keberadaan MPR bisa dipadukan dengan Uniku Perpustakaan bekerja sama agar produk MPR dan publikasinya bisa diketahui mahasiswa dan akademisi Uniku, ”ujarnya. Tidak untuk dijual.“ Nanti setelah lebih spesifik bekerjasama dengan perpustakaan universitas dan perpustakaan fakultas hukum, ini Akan dekat di belakang. Ia mengatakan: “Tentunya hal ini akan memudahkan mahasiswa dan dosen untuk mengakses koleksi perpustakaan MPR sebagai bahan referensi terkait pengelolaan publik.”

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online