Bertemu Kak Seto dari Bamsoet: Sistem pendidikan harus mengedepankan etika dan estetika

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, kembali mengundang para tokoh masyarakat untuk ngobrol (ngobras) dan berdiskusi tentang politik (ngompol) di kanal YouTube miliknya Bamsoet. Kali ini, Bamsoet Ngobras tidur dengan Seto Mulyadi (Kak Seto), Ketua Umum Asosiasi Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Di tengah perbincangan yang mencekam saat bernyanyi di studio Podcast Kak Seto, misteri di balik rambut Kak Seto tak pernah berubah. Selain menjadi penggemar The Beatles, poni Kak Seto juga digunakan untuk menutupi jahitan yang dijatuhkannya saat masih kecil.

“Tak banyak yang tahu kalau Kak Seto punya cerita yang lengkap. Dia gelandangan dan tidur di tempat yang menjorok hingga akhirnya mendapat pekerjaan sebagai office boy, lalu menjadi seorang Asisten Pak Kasur dan Bu Kasur. Karena dia sangat sulit saat remaja, Bamsoet mengatakan bahwa salah satu alasan dia berkomitmen pada dunia anak-anak. Dia adalah asisten istri Bu Kasur, Ibu Kasur. Pasangan itu. Ia adalah pemimpin pendidikan anak-anak di Indonesia. Pendiri TK Mini di Jakarta juga menyediakan banyak program TV pendidikan untuk anak-anak. Seorang pencipta lagu anak-anak.

“Sebelum meninggal, Pak Kasur akan Kak Seto menceritakan kepada ibu anak Indonesia itu. Seto memiliki pengaruh yang besar dari keduanya. Ini menunjukkan bahwa jika kita ingin menjadi orang baik, kita juga akan mendengarnya. Kata Ben Suth. Kepala Kementerian Ketahanan Nasional FKPPI menambahkan, dia bahkan sudah beberapa kali menawarkan Seto sebagai menteri. Tetapi dia memilih untuk tetap di jalan yang telah dia kerjakan untuk waktu yang lama. Menjadi teman dan selalu berhubungan dekat dengan dunia anak-anak.

“Berada di luar sistem pemerintahan bukan berarti Kak Seto tidak mau ikut serta dalam pembangunan pendidikan Indonesia. Dia selalu berpikir banyak. Dia tidak akan.” T. Jangan pernah bosan mengingat sistem. “Pendidikan harus selalu mengedepankan etika dan estetika. Sistem pendidikan tidak boleh kehilangan landasan nasionalisme yang mengajarkan setiap siswa untuk selalu patriotik,” kata Bamsoet.

Wakil Kepala Sekolah Pemuda Pancasila mengungkapkan bahwa Kak Seto selalu menekankan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak hanya mengajarkan mata pelajaran dari buku, tetapi juga pendidikan, mereka harus kreatif dan bereksplorasi dengan meniru suasana kelas. Minat anak, kamu harus kreatif agar siswa tidak bosan. Bamsoet mengatakan: “Tidak mudah bagi guru, siswa dan orang tua. Tapi untuk masa depan anak-anak kita tidak semua harus menyerah.” Wakil Presiden Indonesia Kardin (KADIN) menjelaskan bahwa ada Musyawarah Rakyat (MPR) berfungsi sebagai wadah musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan etnis. Menurut Kak Seto, dalam keluarga juga harus ada MPR yaitu MPR yang berfungsi sebagai wadah untuk menyelesaikan berbagai masalah keluarga. -Dengan kata lain, orang tua harus membiarkan anaknya berpartisipasi dalam diskusi tentang berbagai masalah di rumah melalui musyawarah. “Anak-anak juga membuat hari-harinya penuh kegembiraan melalui pembelajaran dan hiburan,” kata Bamsoet.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online