Akibat Covid-19, Jazilul Fawaid sudah kehilangan ancaman satu generasi: pendidikan harus jadi prioritas

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi corona atau Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi, tetapi juga pada sektor pendidikan.

Sejak kasus pertama Covid ditemukan-pada tanggal 19 Maret 2020, kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak dapat berjalan normal dan harus dilakukan secara virtual. Bahkan, beberapa sekolah di daerah terpencil tanpa internet tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Menurut Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, situasi ini berpotensi memicu hilangnya satu generasi. 2020) .

Jazilul Fawaid meyakini bahwa pemerintah memberikan perhatian serius pada sektor pendidikan selama pandemi. Ia mencontohkan anggaran untuk kegiatan pendidikan Islam, seperti Pesantren yang hanya mengalokasikan 2,3 triliun rupiah pada periode normal baru. Dibandingkan dengan jumlah petani pes, tunjangan ini terbilang kecil, ia menyebut 2 petani 28.000 pes. Lalu dimana prioritas peningkatan sumber daya manusia (SDM)? “, katanya. Diantaranya, -19 .

” Epidemi ini merupakan ancaman bagi pendidikan di masa depan. Karena itu, Anda harus memiliki prioritas tertinggi. Jangan hanya mempertimbangkan sistem keuangan dan pemulihan ekonomi. Namun, kami tidak menyadari bahwa generasi kami lemah. Jadi, bagaimana rumus ini menangani pendidikan? Apakah pendidikan jarak jauh (virtual) efektif? Jadi, bagi masyarakat di daerah terpencil, memperbaiki (mengakses) internet kurang baik. Makanya anggaran 2,3 triliun rupee perlu ditingkatkan, ā€¯jelasnya. Khusus untuk lembaga pendidikan agama Islam lainnya. Bagi petani itu belum cukup, jadi berguna 2,3 triliun rupee. Katanya ini hanya satu item. Ada 28.000 siswa.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online