Armada Covid-19 baru Pondok Gontor 2, Gus Jazil dorong quick test gratis Santri

Wakil Ketua TRIBUNNEWS.COM-MPR Jazilul Fawaid mengaku kecewa dengan sikap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni yang mengecam santri yang kembali ke pondok pesantren Ponorogo karena tidak melengkapi ijazah quick test. -Jazilul Fawaid memahami bahwa aturan Reog mengharuskan siswa untuk kembali ke kota di mana siswa harus memiliki sertifikat tes cepat. ).

Menurut Wakil Ketua PKB, untuk tinggi badan orang tua Santri tidaklah mudah dan tidak murah untuk melakukan tes cepat pada anaknya.

“Biaya setiap anak hampir Rp 400.000” katanya.

Baca: Sekretariat Jenderal Musyawarah Rakyat dan BSSN tandatangani nota kesepahaman tentang perlindungan informasi dan transaksi elektronik

Jazilul Fawaid, biasa disapa Gus Jazil, berani mengatakan itu karena dia kenal 3 keponakan, Mereka belajar di sebuah pesantren di Guntor, dimana mereka diharuskan membayar ongkos bus, segera menguji dan membayar dari awak bus. Jatim berharap Pemkab Ponorogo tidak hanya bisa mengimbau, tapi juga harus membantu Santri. Dikatakan bahwa dalam rapid test, siswa harus diberikan bantuan, subsidi atau bahkan gratis. -Ini sebabnya Gus Jazil mengaku tidak menemukan, karena pada saat pandemi Covid-19, penghasilan para wali (orang tua) Santri menurun. Di sisi lain, jika Anda perlu melakukan tes cepat dengan biaya sendiri, biaya anak akan meningkat.

“Jangan bicara tentang keperluan lain, seperti buku, seragam, dan biaya kos”, a-katanya.

Baca: Mendes PDTT Disebut Dokter Kehormatan Kausa, Ini Pesan Jazilul Fawaid

Koordinator Nasional Kepulauan Mengaji sudah ikut ujian untuk membantu para siswa.Hal ini sangat dimungkinkan berkat Kementerian Kesehatan dan Kesehatan saat ini Penyerapan anggaran biro masih sangat rendah.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online