Bamsoet mengimbau di depan mahasiswa pascasarjana USU untuk membantu menyelesaikan persoalan etnis

TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas kemajuan Universitas Sumatera Utara (USU) yang menduduki peringkat 8 besar se-Indonesia menurut pemeringkatan Webometrics. Mengingat USU menempati peringkat ke-33 pada tahun 2018 dan peringkat ke-18 pada tahun 2019, ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Kemajuan yang stabil ini menunjukkan bahwa universitas-universitas Amerika bergerak ke arah yang benar dan ke arah yang benar. “Dalam skala global,” kata Bamsoet, Senin (28/9/20) dari lokakarya Ketua MPR RI di Jakarta saat rapat umum mahasiswa pascasarjana USU. John Hutagaol. Pascasarjana. Mahasiswa pascasarjana harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis serta kemampuan pemecahan masalah (problem-solving skill), diharapkan mahasiswa pascasarjana ini dapat berkontribusi sebagai sumber daya dan aset negara. Cara terbaik untuk menggunakannya untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan masyarakat, negara dan negara, tantangan tersebut menjadi semakin kompleks dan dinamis dengan laju pertumbuhan. Menghadapi era. Perkembangan yang mengganggu dan kemajuan teknologi telah mengubah tatanan tradisional yang sebelumnya kita anggap sebagai “ kantor bisnis ”, dan memperkenalkan tatanan baru untuk mengoreksi arti dari kantor bisnis. Dunia perdagangan, perbankan, transportasi, masyarakat, pendidikan, dan semua bidang kehidupan lainnya harus berubah sesuai dengan itu. Bamsoet mengatakan: “Standar baru telah ditetapkan.” Kepala Kementerian Ketahanan Nasional FKPPI menambahkan, pelaksanaan tatanan kehidupan baru ini terwujud dalam berbagai fenomena, namun memiliki ciri yang sama, yakni pemanfaatan kemajuan teknologi. Penggunaan teknologi informasi dalam) sangat menjanjikan karena memiliki pangsa pasar yang besar dan hampir tidak terbatas.

“Hal ini dikarenakan adanya era internet. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada Februari 2020, tingkat penetrasi internet Indonesia telah mencapai 64%. Artinya total penduduk Indonesia saat ini diperkirakan 272,1 juta atau sekitar 175,4 juta yang menggunakan internet. Orang-orang, “kata Bamsoet. Misalnya, mengubah peran sumber daya manusia melalui robot teknologi, tantangan yang adil terhadap distribusi pengetahuan teknis, penyalahgunaan potensi kemajuan teknologi, dan keunggulan individualisme dalam sistem sosial.Dalam hal ini, mahasiswa pascasarjana dengan kemampuan dan potensinya sendiri harus mampu memposisikan diri. Sebagai subjek, bukan objek waktu. – “Selain menghadapi masa kisruh, mahasiswa pascasarjana juga menghadapi tantangan berat, yakni pandemi Covid-19. Sebagai bagian dari kalangan terpelajar, mahasiswa pascasarjana tidak hanya bisa mendorong lahirnya inovasi (seperti pembuatan alat kesehatan yang murah dan efisien) Ia juga dapat menyusun berbagai rencana untuk mengoptimalkan peran strategisnya dalam mengelola epidemi dan dampaknya. Mengurangi beban masyarakat. Terkena dampak pandemi. “Termasuk pendidikan masyarakat tentang pentingnya penerapan kesepakatan kesehatan, yang dapat dicapai melalui berbagai Platform seperti itu (seperti media sosial) sampai selesai, ”jelas Bamsoet. Global. Sayangnya, berdasarkan laporan Global Competitiveness Index 2019 yang dirilis World Economic Forum, peringkat Indonesia sudah turun ke posisi ke-50. Namun dalam sepuluh terakhir Pertengahan tahun20% dari total anggaran negara telah dialokasikan untuk pendidikan guna menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, namun hasilnya masih belum memuaskan. Artinya, masalah sebenarnya bukan hanya soal dukungan anggaran. Sehubungan dengan itu, peran mahasiswa pascasarjana yang diharapkan adalah memberikan kontribusi, pandangan dan kontribusi reflektif untuk meningkatkan kualitas guru, memperbaiki sistem pendidikan dan meningkatkan institusi pendidikan, ”tutup Bamsoet.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online