Bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak PSBB harus dipercepat

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Jakarta Pemprov DKI akan kembali menerapkan pembatasan sosial ketat berskala besar (PSBB), setelah itu harus segera memberikan program bantuan kepada kelompok masyarakat terdampak. Begitulah, Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11 September 2020) mengatakan: Lestari Moerdijat mengatakan: “Ia menunjukkan bahwa data kelompok penerima manfaat potensial yang terkena dampak harus diverifikasi dengan baik. Oleh karena itu, ketika kebijakan PSBB yang ketat diterapkan, kelompok masyarakat yang terkena dampak (seperti PKL, pemilik warung) Dan banyak bisnis kecil lainnya) bisa mendapatkan keuntungan dari bantuan ini.

Panggilan Lestari Rerie menilai kebijakan PSBB yang ketat yang diterapkan oleh Pemprov DKI dan berlaku efektif pada Senin (14 September 2020) merupakan kebijakan yang sulit, namun harus dianggap sebagai peningkatan kebijakan Covid- DKI Jakarta. 19 Ulasan positif sangat mengkhawatirkan.

Menurut Rerie, dilema saat ini seharusnya tidak lagi direpotkan oleh para pejabat yang memperdebatkan pro dan kontra dari kebijakan yang diambil. – “Saya kira harus ada debat dingin sebelum kebijakan diumumkan ya. Oleh karena itu, setelah kebijakan diumumkan, semua pihak akan mendukung. Jika ada celah, mereka bisa mengajukan solusi. Menurut Rerie. Legislator Partai NasDem mengatakan, dalam kasus penanganan Covid-19 di saat kritis, yang menjadi masalah adalah persatuan antara pemerintah dan masyarakat bisa mengatasi masalah ini. Pandemi, bukan perdebatan yang membingungkan masyarakat .– –Untuk membantu mendorong pengoperasian PSBB yang ketat, Rerie menyatakan bahwa warga di masing-masing daerah dapat berpartisipasi aktif dalam pendaftaran tetangga yang terkena dampak kebijakan tersebut. Dia menyimpulkan: “Setidaknya ketika bantuan disalurkan ke daerah tersebut, dapat Tujuan. “(*)

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online