Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mendorong usulan RUU tentang Perlindungan Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Demokrasi Indonesia Syarief Hasan (Syarief Hasan) kembali menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki kewajiban untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan segala pertumpahan darah yang dijelaskan pada paragraf keempat Pembukaan UUD 1945. Pada tahun 1945. Di era generasi muda saat ini, realitas tidak bisa dipungkiri. Minat dan keinginan mahasiswa untuk belajar di luar wilayah negara Indonesia semakin berkembang, sehingga jumlah pelajar Indonesia di luar negeri semakin meningkat dan menyebar secara global.

Para mahasiswa ini adalah aset negara dan menjadi prasyarat bagi mereka.Negara memberikan perlindungan dan pelayanan bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di luar Indonesia sesuai dengan konstitusi. Oleh karena itu, keselamatan pelajar Indonesia juga umum ketika menghadapi situasi tertentu di negara tempat pelajar tersebut belajar.

Oleh karena itu, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) PPI Ceko dan ketua delegasi yang dipimpin oleh Presiden Indonesia Choiul Anam bertemu dengan Syarief Hasan, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Demokratik Indonesia pada Rabu, 12 Agustus 2020. Bersama anggota IDPR, mereka memprakarsai audiensi akademik online dan panitia RI mendorong pengajuan RUU untuk melindungi pelajar Indonesia di luar negeri. Undang-undang khusus mengatur perlindungan dan layanan pelajar Indonesia di luar negeri. Karena itu, karena regulasi yang ada saat ini hanya Permenlu, maka perlindungan hukum bagi mahasiswa luar negeri belum kuat, “kata Anam.

Selain itu, Anam juga menjelaskan bahwa” Kedudukan Kementerian Luar Negeri adalah lemahnya hukum perlindungan terhadap warga negara karena Kementerian hanya memiliki kekuasaan diplomatik, tetapi tidak memiliki kekuasaan dalam urusan pertahanan dan keamanan. Diharapkan undang-undang yang disahkan, apakah itu Kementerian Luar Negeri atau Kementerian Pertahanan Nasional, melalui mediasi pejabat pertahanan dari berbagai negara, yang akan memperjelas prosedur perlindungan.

“Menurut saya ini sangat penting, dan saya akan memperjuangkannya. Mahasiswa adalah aset dan masa depan negara dan harus dijaga dan dilindungi, serta akan mendorong disahkannya RUU ini menjadi undang-undang untuk memberikan kepastian hukum bagi perlindungan Sex Syarief mengatakan.

Anggota Komite I DPR RI menambahkan: “Saya sangat setuju dengan rekomendasi bahwa mahasiswa luar negeri harus mengikuti diplomasi publik Indonesia agar lebih mencintai negaranya, karena mereka adalah bagian dari pemerintah dan mengabdi. Mahasiswa memberikan rencana pengamanan digital sebagai bagian dari rencana perlindungan, dengan harapan dapat menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dengan pemerintah (KBRI). Maklum inilah duta kedaulatan di bidang strategis “———— janji Syarief Hasan Mendorong PPI untuk melakukan penelitian akademis tentang rencana ini dan mengirimkannya ke DPR atau pemerintah, yang semoga bisa membantu. Diseleksi menjadi Prolegnas DPR, kemudian dapat diajukan. Setelah studi universitas, audisi dan lokasi soal, baru Akan menjadi RUU.

“Tentu saja kalaupun ada pembahasan akan masuk Prolegnas secepatnya hingga tahun 2022. Namun, saya berharap RUU ini bisa disahkan sebelum amanah berakhir. Wakil Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia mengatakan: “ Keanggotaan Republik Demokratik tahun 2019-2024 sudah selesai. , Presiden PPI Sri Lanka, Presiden PPI Brunei Darussalam, Presiden PPI Spanyol, Presiden PPI Inggris, Presiden Permias (PPI Amerika), Presiden PPI Turki, Presiden PPI Taiwan, Presiden PPI Thailand, Presiden PPI Jerman, Presiden PPI Estonia, Presiden PPI Swiss dan PPI Mesir.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online