Syarief Hasan: Saya bangga masyarakat Pesantren benar-benar gagal Pancasila

Dr. H. Sjarifuddin Hasan, Wakil Presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR, MM, MBA, bangga dengan warga pesantren, khususnya para santri yang benar-benar mengenal bahkan mendalami Pancasila. Kebanggaan ini bersumber dari fakta bahwa selain mendapat pembinaan ilmu agama, mahasiswa masih mendalami dan mendalami Pancasila. – “Saya sering menyaksikan berbagai pesantren yang pernah saya kunjungi. Katanya:“ Kebanyakan santri sangat erat hubungannya dengan Pancasila, termasuk Pondok Pesantren Al-Riyadl Cipanas, ”ujarnya di Cipanas, Jawa Barat, Sabtu. Balai Ponpes Al-Riyadl mengatakan pada rapat nasional / nasional yang diadakan dengan Wakil Presiden MPR Sjarifuddin Hasan. (9 Desember 2020). – Dalam acara yang diselenggarakan sesuai dengan aturan kesehatan yang ketat, Dana Pendidikan Islam Pimpinan himpunan tersebut antara lain H. Hamdan Malik, Ketua MPR Riyadh, Kepala Pesantren KH Putera, Kepala Pesantren Hj Puteri Pipin S. Arifin, tokoh agama dan masyarakat Imas Siti Saodah, dan ratusan santri .– –Pimpinan MPR Partai Demokrat yang biasa disapa Syarief Hasan menegaskan bahwa keintiman pengetahuan masyarakat tentang Pancasila bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Indonesia adalah wajib, kita semua memiliki kewajiban untuk memelihara Pancasila.Karena selama ini Pancasila Peran Sila telah sepenuhnya ditunjukkan oleh kesaktiannya, mampu menjaga persatuan bangsa Indonesia, dan bangsa Indonesia sangat majemuk di Indonesia. ”- Guna memahami tingkat keilmuan mahasiswa, Syarief Hasan kemudian menjajal Pancasila. Beberapa pertanyaan tentang Pancasila diberikan, dan semua pertanyaan ini terjawab dengan baik.

Sebenarnya siswa bahkan bisa menjelaskan bahwa Pancasila itu ada. Selain UUD 1945 Muktamar Permusyawaratan Rakyat Indonesia, Partai Nasional Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika (Bhinneka Tunggal Ika), MPR kerap melakukan kegiatan sosial di berbagai daerah. Ketika masih ada anggapan bahwa pesantren jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila dan negara lain, mereka kaget karena hal ini membuktikan bahwa mereka sangat dekat dengan ideologi negara. Ia menegaskan, pesantren yang bersahabat bisa menjadi salah satu sumber sosialisasi empat pilar MPR yang andal.

Nyatanya, Syarief Hasan menambahkan bahwa bangsa Indonesia tidak sulit menerima Pancasila. Padahal, masyarakat Indonesia secara tidak sadar telah menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari – misalnya Tritunggal Mahakudus di pesantren berasal dari latar belakang dan status sosial yang berbeda. Jelas tidak ada masalah. Orang sering melihat sikap saling menghormati perbedaan.

“Kenapa begini, karena Pancasila diambil dari ciri dan ciri bangsa Indonesia.” Sekarang tinggal mengurusnya saja. Ia berkata: “Jangan sampai Pancasila dilupakan atau bahkan hilang.” (*)

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online