Bamsoet mengajak SOKSI berkontribusi untuk pemulihan perekonomian nasional

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, mendorong Presiden Ahmadi Noor Supit, Sekretaris Jenderal Muhammad Misbakhun, dan Menteri Keuangan Robert · Di bawah kepemimpinan Robert Kardinal akan memimpin kepemimpinan SOKSI dari tahun 2020 hingga 2025. Berbagai agenda administrasi Presiden Joko Widodo. Dua puluh anggota DPR RI ikut memimpin.Karena dampak pandemi Covid-19, SOKSI berperan penting dalam kebijakan pemerintah, khususnya dalam memulihkan perekonomian nasional.

“Pada triwulan II, ekonomi kita negatif 5,34%. Menteri Keuangan pekan lalu mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan III mungkin masih negatif. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi dan investasi publik masih melambat. Kelas menengah masih Dalam menekan pengeluaran, perekonomian tidak akan terguncang. Karenanya Indonesia bersiap masuk jurang agar pada kuartal IV celah resesi tidak terlalu besar, semua pihak harus bekerja keras, termasuk dari Sokhstan Institute of International Economics, ”kata Bamsoet. Jakarta menyambut para pemimpin Pasukan Sosialis Internasional Sochik 2020-2025. , Rabu (9/9/20). Ketua SOKSI Bamsoet mengutarakan sisi negatifnya, pengurus SOKSI (60% kaum milenial dan perempuan) harus bisa menjadi bagian dari penyelamat ekonomi. Cobalah untuk membuka peluang kerja seluas-luasnya. Menurut data Komite Koordinasi Penanaman Modal, 16,5 juta penduduk Indonesia saat ini menganggur akibat pandemi Covid-19. Saat ini terdapat 7 juta pengangguran, 2,5 juta pengangguran pasar tenaga kerja dan 7 juta pengangguran karena PHK.

“Tidak mudah menciptakan lapangan kerja dalam suasana pandemi Covid-19. Sulit bahkan untuk mempertahankan pekerjaan yang ada.” Itu juga bagus. Ini sulit. Tapi kita tidak boleh menyerah. Jurusan UMKM bisa menjadi tulang punggung. “Bantuan sekitar Rp 68,2 triliun. Diantaranya subsidi bunga Rp 34,15 triliun, keringanan pajak final PPh untuk DTP 21 PPh dan DTP MPME Rp 28,06 triliun, dan jaminan pinjaman baru untuk modal kerja UMKM Rp 6 triliun. Masyarakat dapat memanfaatkan bantuan semacam ini untuk memobilisasi sektor UMKM.

“SOKSI harus turut serta dalam melahirkan wirausaha baru, khususnya wirausaha baru di bidang UMKM. Selain membantu pengusaha UMKM yang sudah ada untuk terjun ke lapangan, menurut data Kementerian Koperasi, pada tahun 2018 jumlah UMKM yang mampu beradaptasi dan terhubung dengan ekosistem digital hanya mencapai 13%, terhitung sekitar 8,3 juta dari 64,19 juta unit UMKM. Alasan utamanya adalah mereka belum memahami dunia digital sehingga membutuhkan bantuan yang salah satunya berasal dari pengurus “SOKSI”, tutup Bamsoet.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online