Mulai Oktober turunkan harga listrik untuk 7 rombongan pelanggan PLN

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah telah menurunkan harga listrik untuk 7 kelompok pelanggan tidak bersubsidi melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). -Penyesuaian harga listrik ini berlaku mulai Oktober hingga Desember 2020. Dalam sambutan Dirut PT PLN (Persero), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah telah menurunkan harga listrik tegangan rendah dari Rp 1.467 per kWh menjadi Rp 1.445 yang merupakan pengurangan Rp 22,58 per kWh. Harga listrik tegangan tinggi ditetapkan, demikian pula harga listrik dari Juli hingga September 2020. Sementara itu, khusus untuk hunian 900 VA-RTM, harga listrik tidak akan naik atau tetap Rp 1.352 per kWh. Agung Pribadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kementerian ESDM, Dinas Informasi dan Kerja Sama Kementerian ESDM ( Agung Pribadi) dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/1/2020). — Baca: PLN Menunjukkan Harga Listrik Turun, dan Pelanggan Listrik Besar dan Pelanggan Komersial Dapat Memetik Manfaatnya, Namun Pelanggan Rumah Tangga dengan 1300 VA, 2200 VA, 3500 hingga 5500 VA, 6600 VA ke Atas dapat menikmati kekuatan informasi pengurangan tagihan listrik dari 6600 Untuk pelanggan pemerintah hingga 200 kVA, daya dan pencahayaan berkisar dari 6600 hingga 200 kVA. Ia mengatakan: “Penurunan harga listrik pengguna tegangan rendah tidak bersubsidi akan membantu menjaga daya beli masyarakat dan mendukung stabilitas perekonomian negara saat terjadi pandemi.” Rata-rata parameter ekonomi makro setiap tiga bulan, dengan realisasi nilai tukar Rp. 14.561,52 per dolar AS

Parameter lainnya adalah harga minyak mentah Indonesia (PCI) adalah US $ 34,33 per barel. Dari Mei hingga Juli 2020, tingkat inflasi mencapai 0,05%, dan harga patokan batu bara Rp 666,72 per kilogram.

Selain itu, Argonne mencontohkan bahwa untuk 900 VA-RTM bagi pengguna perumahan, senapan tidak akan bertambah atau bertahan di harga Rp 1.352 per kilowatt hour.

Pelanggan Medium power (TM), seperti pelanggan komersial, industri dan pemerintahan dengan daya lebih besar dari 200 kVA, menetapkan harga listrik sebesar Rp 1.114,74 per kWh.

Untuk pelanggan yang menggunakan tegangan tinggi (TT), industri kelistrikan lebih tinggi dari atau Setara dengan 30.000 kVA ke atas dan tidak ada perubahan yaitu Rp.996,74 / kWh. -Harga listrik dari 25 kelompok pelanggan bersubsidi lainnya tidak berubah, dan harga listrik ditetapkan.

“Kementerian Energi dan Pertambangan berharap PLN dapat terus meningkatkan efisiensi operasional sehingga dapat menekan biaya.” Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pasokan listrik per kilowatt hour dapat dikurangi atau setidaknya diperbaiki. “- Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul” Turunkan Harga Listrik 7 Golongan Pelanggan PLN, Berikut Detail Informasi “

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online