Selama pandemi Covid-19, inventaris rokok operator telekomunikasi dinilai kuat

Wartawan Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Danareksa Sekuritas melakukan penilaian pasar saham yang mengkaji tiga pertimbangan selama pandemi virus Corona atau Covid-19. Sekuritas mengatakan faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah sejauh mana dampak Covid-19 terhadap perusahaan di berbagai industri.

Baca: Pemegang saham restoran Pizza Hut terbesar di Amerika menghadapi pidato risiko kebangkrutan terkait Covid-19 — “Bagaimana supply chain-nya. Bagaimana pengaruhnya terhadap industri, dll,” serunya, Jumat (7/3/2020). Kata di pertemuan itu. Friderica menjelaskan, dirinya prihatin dengan fluktuasi rupee terhadap dolar AS di ekonomi global. Di antara ketiga faktor ini, empat sektor telah tertahan dalam pandemi Covid-19, dari rokok hingga telekomunikasi. Nah sekarang, itu konsumen, rokok, telekomunikasi, dan menara. Dia berkata. Memang, memang ada beberapa kekuatan perlawanan. -Di sisi lain, ia memperkirakan price / earning ratio (PE) Indeks Harga Saham Terpadu (IHSG) masih sangat rendah, rata-rata sekitar 12,4. -Baca: IHSG harus masuk zona positif lagi, waspadalah terhadap saham-saham ini- “Tapi, secara umum, kami melihat bahwa price-to-earning ratio kita juga sangat rendah, dan potensi upside ada di depan kita. Dalam semua situasi ekonomi, pungkasnya Sebenarnya setiap investor bisa untung, tapi kita harus berhati-hati menyesuaikan dengan perkembangan dan keuntungan yang ada, Industri dasar naik minimal 24,37% dibanding triwulan I, dan industri lainnya naik 18,29%. 14,33%. 25 sen koin.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online