Pengamat: Pemerintah harus transparan tentang subsidi gas industri

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kebijakan Energi Energy Watch Center Kholid Syeirazi telah meminta pemerintah untuk tetap terbuka atau transparan dalam proses memberikan subsidi untuk harga gas industri. Cukup memikul beban berat, Indonesia sedang menghadapi ancaman virus korona.

“Horid mengatakan dalam pernyataan tertulis kepada Antara, Rabu (4 Agustus 2020):” Pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan harga subsidi gas bumi untuk industri khusus ini.

Kholid juga meminta pemerintah untuk tetap transparan kepada industri yang menerima subsidi harga gas bumi berdasarkan Keputusan Presiden No. 40 (Perpres) 2016.

Baca: Mabes Polri: Polisi harus menggunakan alat pelindung diri saat bertugas – Baca: Area di luar SUGBK selalu terbuka walaupun Jakarta melamar PSBB-Baca: Jakarta siap melamar Anise Basvedan PSBB: Ozo Seoul dapat membawa penumpang setiap saat – Kementerian Perindustrian sebagai bagian yang terkait langsung dengan penentuan industri, lebih disukai terbuka untuk umum.

Sebelumnya, Falah Amru, anggota Komite Ketujuh Dewan Perwakilan Rakyat, meminta pemerintah untuk berhati-hati ketika menerapkan Peraturan Presiden No. 40 tahun 2016, yang melibatkan penentuan harga gas bumi. — Dia juga menekankan bahwa ekonomi harus mengukur dampak dari setiap keputusan pemerintah. .

Selain itu, situasi ekonomi Indonesia saat ini sedang terancam.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, juga secara singkat menyatakan bahwa harga bensin industri turun pada 1 April, dan 2020 akan berdampak besar pada anggaran nasional 2020. – “Keputusan untuk menurunkan harga gas alam telah berdampak signifikan pada anggaran negara.”

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online