Fitra: Anggaran nasional yang difokuskan untuk pengendalian pandemi pada 2021 sarat janji palsu

Laporan wartawan Tribunnews.com Lita Febriani

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sekjen Forum Transparansi Anggaran Indonesia (Fitra) Misbah Hasan mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 fokus pada pengelolaan Covid-19 dan membuat janji-janji palsu.

Apalagi ketika Menteri Keuangan berencana mencapai pertumbuhan ekonomi 5% pada tahun 2021.

“Kami sedang mengkaji dan melakukan kajian lain terhadap APBN 2021. Kami menekankan sembilan poin,” kata Misbah dalam diskusi virtual, Kamis (10 Agustus 2020).

Pertama-tama, tekad pemerintah untuk meningkatkan perekonomian 5% hanyalah gambaran belaka.

Itu bisa mencapai 5%. Misbah menjelaskan, meski pertumbuhan ekonomi kita mengalami kontraksi 5,32% pada kuartal kedua tahun 2020, namun diharapkan dapat mencapai -3% pada kuartal ketiga tahun 2020.

Baca: DPR Terima APBN 2021, R inciannya

Kedua, Optimalkan Pendapatan dan Tingkatkan Efisiensi Belanja Selama pandemi Covid-19, RAPBN diperkirakan masih defisit lebih besar. — Ketiga, realisasi pajak masih dibawah target. -Membaca: Anggota DPR PKS: “RUU 2021” APBN harus fokus keluar dari Covid-19 dan dampaknya-menurut analisis Fitra, hingga 2017 perpajakan belum pernah mencapai target, apalagi selama periode Covid-19 saat ini Keempat, penerima insentif perdagangan seringkali menjadi sasaran yang salah.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online