Pupuk Indonesia siap untuk rencana pasar digital UMKM yang sukses

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Indonesia Pupuk Indonesia (Persero) mendukung penuh rencana pengembangan platform UMKM Digital Market (PaDi) yang digagas Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengoptimalkan belanja BUMN di bidang UMKM dan memperkuat pemanfaatan layanan informasi dan informasi dalam perekonomian. Communication Technology (ICT) .

Aas Asikin Idat, Managing Director Pupuk (Persero) Indonesia, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk berkontribusi bagi perkembangan industri UMKM di Indonesia.

Menurut catatan, transaksi Pupuk Grup Indonesia melibatkan usaha kecil dan menengah mencapai Rp. 2,35 triliun, meliputi jasa pengangkutan dan pengemasan, pengadaan mesin dan peralatan, persewaan mesin dan peralatan serta jasa periklanan dan bidang lainnya dengan melibatkan 11.725 UMKM. – “Sebagaimana dikatakan Menteri, kami juga bersiap untuk mengoptimalkan pengeluaran di bidang UMKM untuk meningkatkan sinergi antara BUMN dengan UMKM,” kata Aas, 16 Juni 2020. Market, B2B dan e-procurement, memantau kontribusi pengadaan BUMN kepada UMKM, dan memantau penyaluran dana / fasilitas permodalan UMKM.

Platform tersebut menggabungkan UMKM dan BUMN untuk mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong efektivitas transaksi pengadaan BUMN.Pada tanggal 15 Juni 2020, dengan partisipasi langsung dari menteri, telah diluncurkan nota kesepahaman digital PaDi plan UMKM. Penandatanganan bersama penanggung jawab BUMN Erick Thohir dilakukan oleh 9 orang CEO BUMN peserta ekosistem UMKM PaDI.

Dalam PaDI UMKM, Telkom berperan sebagai agregator data terpusat. Bersama tujuh BUMN yaitu Pupuk Indonesia, Pertamina, BRI, PNM, PTPP, Waskita dan WIKA, akan berada di delapan organisasi Menjabat sebagai navigator UMKM dalam kegiatan kelompok, antara lain Rumah Kreatif BUMN (RKB) dan Community Development Center (CDC) masing-masing BUMN.

Selain itu, akan ada tiga BUMN sebagai pemberi dana, yaitu BRI, Pegadaian, dan PNM.

Kali ini, Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan bahwa situasi Covid-19 berdampak signifikan terhadap sektor UMKM, berbeda dengan situasi di mana UMKM mampu bertahan di tahun 1998. Untuk membantu sektor UMKM, BUMN perlu memprioritaskan pengeluaran hingga Rs 14 miliar di sektor UMKM.

MKM sudah memasuki normal baru dan akan diperdagangkan secara digital, “ujarnya.

Dengan platform PaDi UMKM, emiten bisa melakukan pembelian secara digital yang bisa lebih cepat, transparan dan efisien. Tentunya, Ekosistem PaDi UMKM dapat memperluas jaringan online, meningkatkan penjualan untuk meningkatkan volume transaksi, dan menjadi pengalaman pengenalan memasuki dunia perdagangan digital.Selain itu, UMKM juga dapat dengan mudah memperoleh pembiayaan melalui BUMN yang artinya juga akan meningkat. Memiliki dampak pada pinjaman perusahaan pembiayaan publik.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online