Indef: Target pertumbuhan ekonomi 2021 bergantung pada pemulihan pada 2020

Reporter Tribunnews.com melaporkan Reynas Abdila

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Peneliti Rizal Taufikurahman dari Institute of Economic and Financial Development (Indef) menekankan target pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 4,5-5,5%. -Menurutnya, apakah tujuan itu bisa tercapai, tapi itu tergantung performa recovery di tahun 2020. /8/2020).

Dia menekankan pentingnya optimalisasi dan peningkatan anggaran kebijakan seiring dengan kebijakan moneter, sehingga dalam menghadapi pandemi Covid-19, kinerja perekonomian dapat menjadi fleksibel.

Rizal mendorong percepatan pelaksanaan belanja manajemen kesehatan dan masih lemahnya Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca: INDEF: Pemerintah seharusnya lebih serius menangani industri tembakau- “Pembelian dapat mengatasi masalah kesehatan dengan tetap menjaga daya beli penduduk, dan“ membantu meningkatkan konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia. –Baca: Fraksi PAN: Target Pertumbuhan Ekonomi yang Tidak Realistis Tahun 2021-Dia Prediksikan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2020-an Akan Negatif 0,53%, Bahkan Dalam Hal Ini Selama Stimulus Belanja Tercapai Paling Tidak Bisa Tercapai 60% .

“Kalau regulasi” Ini yang paling ideal, pada 2021 pondasi perekonomian akan lebih stabil, sehingga ekonomi harus tumbuh di area yang positif, mencapai 2,54-3,77%, “jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan asumsi dasar perkiraan pertumbuhan ekonomi minimum RAPBN tahun 2021 dari 4,5% menjadi 5%. -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pemerintah dan Republik Demokratik telah sepakat dengan asumsi dasar target pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 4,5% hingga 5,5%. -Dia berkata dalam konferensi video: “Dalam asumsi makro yang didiskusikan dengan DPR, kisarannya 4,5% hingga 5,5%. Kami akan berusaha mendekati 5,5%. Oleh karena itu, antara 5% dan 5,5%.”

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online