Bea Cukai memerlukan diskon rokok untuk melindungi industri produsen daripada pembeli

Reporter Tribunnews.com Lita Febriani melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Administrasi Umum Teknologi Kepabeanan dan Fasilitas Konsumen Nirwala Dwi Heryanto mengatakan pemerintah telah menjaga keseimbangan dalam pengendalian rokok. Kebijakan pajak konsumsi adalah alat untuk mengontrol pajak tembakau, dan tarif pajak konsumsi meningkat setiap tahun.

Tujuan dari kenaikan pajak konsumsi itu sendiri adalah untuk membuat harga rokok menjadi tidak terjangkau, khususnya untuk anak-anak. Kata Nirwala dalam obrolan virtual, Senin (1/6/2020).

Baca: Pemerintah Desak Perlindungan Sistematis Industri Tembakau Nasional

Baca: Bea Cukai Yogyakarta Tingkatkan Cukai Kontraktor Pabrik Tembakau – Baca: Entikong Pabean Perusak Produk Tembakau dan Barang Bekas Ilegal BMN

Nirwala mencontohkan pengertian istilah diskon rokok itu berbeda, disebut diskon rokok yaitu diskon tingkat penjualan. “Harga eceran (HJE) itu harga eceran, pengawasan bea cukai tidak bisa melakukan pengawasan eceran. Makanya kita melakukan eceran dalam bisnis kita. Masalahnya, harga bekas pabrik akan sama dengan transaksi pasar yang 100%. Harga (HTP). Jadi siapa yang akan membayar untuk distribusinya? Inilah alasan seruan anti tembakau kami untuk diskon, ”jelas Nirwala. HJE adalah harga patokan untuk keperluan perpajakan, sedangkan HTP dilepas ke pasar. -Transaksi HTP saat ini diatur dalam PMK 152/2019, di mana HTP ditetapkan minus 85% dari HJE.

Pemerintah memberlakukan setidaknya 85% peraturan HTP untuk melindungi industri di bawah ini .

, 98 Kantor Pabean terdiri dari 97 KPPBC dan 1 KPUBC melakukan pengawasan HTP, dan dilakukan pemeriksaan secara berkala sebanyak empat kali dalam setahun. Dia menjelaskan: “Oleh karena itu, tidak masalah apakah pemerintah mencabut kekuasaan atau tidak, karena bagi pemerintah, penerimaan kita pada dasarnya adalah HJE.”

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online