Keterlambatan pengajuan klaim menjadi alasan mengapa anggaran kesehatan baru terserap 5,12%

Laporan wartawan Tribunnews Fitri Wulandari-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pakar Menteri Keuangan Nasional (Kemenkeu) Kementerian Keuangan menjelaskan Kunta Wibawa Dasa Nugraha, itulah salah satu alasan mengapa penerbitan tersebut diblokir untuk mengelola anggaran kesehatan yang terkena virus corona. (Covid19).

Saat ini, alokasi anggaran kesehatan hanya mencapai 5,12% dari total anggaran kesehatan yang dibayarkan sebesar 87,55 miliar rupiah.

Dia mengatakan bahwa masalah sebenarnya adalah keterlambatan klaim. -Dia membuat pernyataan ini pada konferensi pers bertajuk “Percepatan Belanja Anggaran Kesehatan” yang diadakan hampir Rabu (8 Agustus 2020). Biaya belum dibayar, ”kata Quinta. – “Khususnya dalam beberapa kasus, petugas kesehatan akan didorong dan diberi kompensasi untuk biaya pengobatan. Kunta menjelaskan: “

Untuk mem-bypass anggaran kesehatan yang dipercepat, Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah bekerja sama untuk mendorong penyerapan stimulus.

La PPSDM Sekretaris Kementerian Kesehatan Trisa Wagenini Putri (Wahjuni Putri) mengatakan dengan menyederhanakan prosedur skala yang diyakini dapat menghambat pembayaran anggaran kesehatan akan memudahkan proses verifikasi permohonan.

Baca: Anggaran Bawaslu lebih besar dari KPU, Pengamat: Agak Aneh, Logikanya ada di-khusus Risa mengatakan: “Saat ini pemeriksaan telah dilakukan di setiap tingkatan, baik daerah / kota, provinsi dan provinsi. “Ini merupakan kerjasama yang baik antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan untuk mengurangi rantai prosedur ..

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online