Dampak dari BCA Corona mengamati fluktuasi dalam pertumbuhan hipotek

Reporter Tribunnews melaporkan bahwa Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Pertumbuhan real estat saat ini melambat, bahkan krisis yang disebabkan oleh epidemi virus Coron-19 telah membantu bank Industri telah menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah untuk menghindari kredit macet. Atau kredit macet.

Oleh karena itu, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk juga sedang mempelajari pertumbuhan pinjaman hipotek saat ini, yang dianggap sangat tidak stabil.

Hera F Haryna, Wakil Presiden Eksekutif, Sekretariat dan Departemen Komunikasi Korporat BCA, mengatakan bahwa perusahaan berharap pertumbuhan KPR akan mencapai pertumbuhan positif pada 2019.

“Setelah pemulihan darurat dan pemulihan ekonomi, BCA berharap pertumbuhan pinjaman hipotek akan tetap setidaknya sama dengan tahun lalu,” kata Hera di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Pada tahun 2019, perusahaan mengumumkan pertumbuhan hipotek positif, mencapai Rp3,3 triliun.

Angka ini meningkat 4,2% dibandingkan periode yang sama. Hera mengatakan: “Portofolio hipotek menyumbang 61,9% dari total kredit konsumen,” Mengadakan acara khusus .

Baca: Paulo Maldini terinfeksi virus Corona, didukung oleh Kaka Franssco Totti, Carles Puyol

Baca: Daftar lengkap kode bank: BCA, BRI, BNI, Mandiri CIMB Niaga Mandiri Lihat di sini!

Baca: Irwan Hidayat: Kita harus bekerja sama dalam keadaan seperti itu

“Pertumbuhan yang berkelanjutan selalu menjadikan BCA salah satu penyedia hipotek terbesar, dengan pangsa pasar 18,0% di KPR. Indonesia , “Kata Hera.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online