Setelah Permenhub, BPTJ mulai menghentikan layanan bus di semua terminal di Jabodetabek

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Hari Darmawan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bus antar provinsi antar provinsi (AKAP) dan layanan antar kota antar kota (AKDP) di Jabodetabek akan berakhir pada 24 April 2020. . -Polana Pramesti, kepala Badan Manajemen Transportasi Jabodetabek (BPTJ), menyatakan bahwa kebijakan ini dikeluarkan berdasarkan Permenhub Act No. 25 tahun 2020.

Baca: Faisal Basri menyerukan kepada pemerintah untuk menanggapi Corona Versa, epidemi virus yang menyebabkan penyakit tersebut

Untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Menteri Perhubungan telah menetapkan kontrol transportasi selama kembali ke Hari Raya.

“Terminal bus telah menyelesaikan operasi, termasuk terminal yang dikelola oleh BPTJ dan yang dikelola oleh pemerintah daerah,” kata Polana dalam sebuah pernyataan, Jumat (4/4/2020). — “Terminal yang dikelola oleh BPTJ meliputi Terminal Jatijajar Depok, Terminal Bogor Baranangsiang, Terminal Poris Plawad di Kota Tangerang dan Terminal Pondok Cabe Tan di Gurang Selatan.” Pada waktu itu, terminal ini dioperasikan oleh Terminal Pulogebang, Terminal Kalideres, Tanjung Dermaga yang dikelola oleh pemerintah daerah seperti Dermaga Priok berada di bawah kepemimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sedangkan Dermaga Bekasi berada di bawah bimbingan Pemerintah Kota Bekasi. Ini bersifat sementara hingga 31 Mei 2020. Diharapkan bahwa kebijakan ini akan mencegah perpindahan orang yang kembali dari wilayah Jabodetabek. “Kata Polana. Sangat cocok untuk lalu lintas antar-daerah kota di Jabodetabek, seperti Transjabodetabek.

” Misalnya, bus jalan dari terminal Baranangsiang di Bogor ke Bekasi terus beroperasi, tetapi harus menerapkan Covid-19 terkait. Prosedur kebersihan, “kata Polana.

Selanjutnya, Polana juga menyatakan bahwa diharapkan AKAP dan bus AKDP akan beroperasi di luar terminal, dan otoritas bus tidak boleh melakukan ini. Izin tertutup-” karena Jika seseorang bekerja di luar terminal, kami akan mengambil tindakan dan dana akan dipengaruhi oleh kontrol agen di tempat, “kata Polana. Menurut Polana, saat ini ada 213 pos pemeriksaan di pinggiran Jabo de Tabek. Polisi mengawal dan menerima dukungan dari lembaga terkait untuk memantau dan mengambil tindakan terhadap penjahat.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online