Dipengaruhi oleh korona, pengusaha khawatir tentang pernapasan industri tekstil selama tiga bulan tersisa

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Penyebaran epidemi Corona Virus atau Covid-19 telah menyebabkan perusahaan-perusahaan tekstil menghadapi kesulitan arus kas karena penurunan permintaan. Dia berkata: “Kita harus mempelajari sektor tekstil, dan ekspor pakaian telah tertunda. Namun, untuk memastikan bahwa semua anggota kami tidak memiliki masalah arus kas untuk pembeli, barang-barang telah menjadi tanggung jawab pembayaran.” Pada hari Senin (23 Maret 2020) Berbicara pada panggilan konferensi yang diadakan di Jakarta.

Baca: Ridwan Kamil menjelaskan bahwa pemerintah pusat sedang menyiapkan 125.000 alat tes cepat

Di masa depan, Anne mengungkapkan bahwa dia khawatir virus corona akan benar-benar merusak industri tekstil Bernafas, biarkan toko kosong. “Kami khawatir banyak toko akan tutup dalam 3 bulan. Bagaimana nasib pakaian untuk ekspor dan permintaan lokal?” Katanya.

Pada saat yang sama, ia menambahkan bahwa pemerintah harus memberikan perlindungan atau pengamanan, terutama untuk tekstil impor.

“Kita harus membatasi impor pakaian jadi. Kita harus memberikan perlindungan untuk pakaian sehingga industri nasional dapat memenuhi kebutuhan nasional.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online