Nasabah Jiwasraya kembali ke polis tabungan rencana yang mengharuskan pembayaran

Laporan reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemegang tabungan asuransi PT Asuransi Jiwasraya kembali menuntut kepastian dari pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melunasi pembayaran tersebut. Beri mereka polis asuransi. Akan ditunda sampai sekarang.

Mahril mencontohkan, salah satu klien menuturkan, selama ini pemerintah tidak mengetahui kebijakan pembayaran tabungan nasabah.

Bersamaan dengan itu, kemarin (Maret 2020), pemerintah mulai membayar lebih dari 15.000 nasabah tradisional dalam bentuk obligasi senilai 470 miliar rupee.

“Saat ini kita tunggu. Pemerintah menyatakan sistem pembayaran kebijakan tabungan plan akan dirilis pada April. Jelas belum ada sampai saat ini,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12 Mei 2020). .

Baca: Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 Terancam Kurang dari 0,4%

Seperti diketahui semua orang, ia mengatakan kemarin pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 (PP) tentang Pelaksanaan -Baca: Melalui pengurangan PHK, pemerintah mengizinkan warga di bawah usia 45 tahun untuk melakukan lebih banyak kegiatan-di antara banyak BUMN termasuk PT, salah satu Pen Investasi Negara (PMN) berencana Indonesia Business Development Material Co, Ltd (BPUI) sebagai perusahaan induk keuangan , Dengan nilai pasar Rp 6,2 triliun. – “Dari PMN, kami harus memastikan apakah bisa menyuntik kesembuhan Jiwasraya dari sakit. Kami menunggu kepastiannya. Saat ini, saat Covid-19 kami juga di ambang tidak ada penghasilan,” ujarnya. -Menurutnya, anggota Forum Nasabah Korban Polis Jiwasraya Bancassurance yang berada di beberapa kota di Indonesia belum dapat memastikan pembayaran premi yang jatuh tempo.

“Kami tidak tahu berapa lama, dll. Mungkin setelah pembukaan PSBB, kami akan kembali ke Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN untuk menyelesaikan masalah ini.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online