Selama pandemi Covid-19, usaha kecil dan menengah makanan ringan di Tangerang di selatan mungkin menjadi tulang punggung perekonomian

Tangerang Selatan, TRIBUNNEWS.COM-Saat ini, selama Virus Corona atau pandemi Covid-19, usaha kecil dan menengah (UMKM) dianggap sebagai tulang punggung perekonomian, terutama di kelas bawah.

Keberadaan mereka tidak hanya dapat memenuhi permintaan masyarakat akan makanan ringan, tetapi juga mempromosikan ekonomi pekerja.

Baca: Pemerintah sedang menyiapkan 10 triliun rupee Rwanda untuk asuransi modal kerja

Aktivis Tangerang Selatan dan Ria Dahlia diteruskan ke pertemuan Cireng dengan beberapa produsen kecil dan penjual makanan di Bandung Di Palmang, Selasa (7/7/2020).

Meskipun sulit untuk bertahan dari pandemi, jumlah kelompok perusahaan makanan ringan tersebut perlahan-lahan meningkat. Pemilik sebuah perusahaan produksi makanan kecil di Cireng mengungkapkan dalam pertemuan dengan Ria Dahlia bahwa saat ini, produksi dan kegiatan cirengnya sudah mulai dilanjutkan.

Terlepas dari masalah pasokan makanan pokok Xilun (Simi) -Wawan telah memproduksi makanan cireng sejak 2011, dan sekarang dapat mempekerjakan 30 karyawan. Di bawah kondisi ekonomi pada periode pandemi ini, pembangunan berkelanjutan industri makanan cepat saji ini memang telah membantu kelangsungan hidup para pekerja.

Model bisnis Mawan Azure dilakukan menggunakan kereta yang dilengkapi dengan set lengkap peralatan. Menurut Wawan, ia memberikan keranjang belanja yang menjual cireng kepada para pekerja yang menjual cireng secara gratis – lokasi penjualan juga dialokasikan. Dari taman bermain ke supermarket atau supermarket. Karena kebijakan PSBB, toko-toko sekolah biasanya ramai dan sekarang telah dipindahkan ke tempat lain-Cireng adalah camilan murah. Mawan mengklaim menjual dengan sistem bagi hasil 50% dengan harga jual sekitar 2.000 Rp: 50%.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online