Relaksasi impor akan segera berakhir, harga bawang putih diperkirakan akan rebound

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sejak bulan lalu, harga bawang putih dan bom melonjak dan akhirnya turun kembali dan stabil di level rata-rata Rp. 20.000 per kilogram.

Namun, kenaikan harga bawang putih di pasar sekali lagi mengganggu berkah publik atas harga rendah. Pengamat pertanian Syaiful Bahari menjelaskan masalah kenaikan harga komoditas terkait impor (seperti bawang putih, Mumbai, dan gula). Sejauh ini, ada lebih banyak pembatasan yang diberlakukan oleh kebijakan restriktif atau pemerintah sendiri.

“Misalnya, bawang putih. Produk ini telah menjadi subjek kasus ini sejak 2014. Dari gugatan ke KPPU, sampai KPK berhenti beroperasi.” -Samiful Sabtu (23/5/2020)

Untuk bawang putih dan Bawang bombay, lanjut Syaiful, setelah menerapkan kebijakan pelonggaran, harga-harga turun tajam. Harga di Mumbai telah meningkat dari Rp 150.000 per kilogram menjadi Rp 17.000. 20.000 per kilogram.

Untuk membuat kedua komoditas ini berkontribusi pada deflasi.

“Oleh karena itu, kata Syaiful, sekarang tergantung pada pemerintah untuk memutuskan apakah akan menjaga harga tetap stabil dan merugikan jutaan konsumen karena mereka dipaksa untuk menjelaskan:” Terima harga yang tidak masuk akal. “

” Atau sambil memperbaiki sistem perdagangan biji-bijian negara itu, terus membuka dan melepaskan kebijakan, sehingga masalah fluktuasi harga tidak lagi selalu terjadi.

Kompilasi informasi, harga bawang putih H-3 di pasar Beringharjo di Yogyakarta meningkat sebesar Rp sebelum kenaikan harga Idul Fitri 1000. Harga bawang putih Sinco naik dari 18.000 rupee per kilo menjadi 19.000 rupee.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online