Alternatif pajak tembakau dan kebijakan pajak konsumsi perlu disesuaikan

Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-2020 Global Nicotine Forum (GFN) membahas pajak atas produk tembakau alternatif yang perlu disesuaikan dengan karakteristik risiko. Dan pajak cukai-Pakar kesehatan masyarakat Inggris Gerry Stimson adalah salah satu juru bicara GFN. Dia mengatakan bahwa 1,1 miliar perokok di seluruh dunia perlu didorong untuk beralih ke produk tembakau berisiko rendah.

“Meskipun jumlah perokok dari seluruh dunia masih relatif kecil dibandingkan dengan jumlah perokok di dunia, banyak perokok dari berbagai negara di dunia telah berhasil beralih dari rokok ke produk tembakau alternatif dengan risiko rendah. Di saat yang tepat, substitusi produk tembakau sebagai opsi berisiko lebih rendah, ā€¯ujarnya online, Kamis (18/6/2020). Dia memperkirakan bahwa penyesuaian kebijakan pajak dan pajak konsumsi produk dapat meningkatkan jumlah perokok pengganti.

Profesor Sekolah Hukum dan Ketua Komite Penasihat Pusat Kesehatan, Kebijakan dan Hukum Etika dari Universitas Ottawa di Kanada juga menyatakan pandangan yang sama.

Dia mengungkapkan bahwa pajak atau pajak konsumsi harus disesuaikan dengan kondisi risiko.

Hanya di Indonesia, pajak cukai untuk produk tembakau alternatif yang termasuk dalam kategori Hasil Tembakau Lainnya (HPTL), menurut Undang-Undang Pajak Cukai 2007 No. 39, memiliki tarif pajak maksimum 57%. – Dibandingkan dengan sebagian besar produk rokok, HPTL memiliki pajak konsumsi yang lebih tinggi.

Ini bertentangan dengan tren politik di negara lain, di negara lain, tingkat pajak konsumsi untuk HPTL biasanya lebih rendah dari pada rokok. -Karena sistem yang ada dan kemungkinan kenaikan pajak konsumsi setiap tahun, beban pajak konsumsi yang tinggi ini hanya akan terus menekan konsumen dan membatasi akses mereka ke produk tembakau. Pengganti.

Jika produk memiliki risiko rendah, pajak atau pajak konsumsi harus lebih rendah daripada produk berisiko tinggi.

Anda bisa menamainya seperti ini. Misalnya, rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan kurang berisiko dibandingkan rokok tradisional.

Dengan tarif pajak yang lebih rendah atau pajak konsumsi, harga produk diharapkan lebih terjangkau. Sweanor berkata: “Semakin besar perbedaan harga, semakin besar kemungkinan konsumen mengubah kebiasaan konsumsi mereka, sehingga menurunkan risiko produk.”

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online