BPK menyatakan bahwa ada 5.480 masalah dan risiko kerugian nasional mencapai 7,1 triliun rupiah

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komite Audit Tertinggi (BPK) mengungkapkan 4.094 hasil survei, termasuk 5.480 pertanyaan, berdasarkan hasil pemeriksaan untuk paruh kedua tahun 2019. Masalah-masalah ini (hingga 971 atau 18%) adalah kelemahan dari sistem kontrol internal. Triliun .

Baca: Penyebaran lokal Covid-19 terjadi di Indramayo, warga diminta untuk waspada

Baca: Tentang untuk menikah, Cita Citata menjual banyak produk bermerek untuk keperluan ini-Baca: Laporan transaksi mencurigakan berdasarkan undang-undang yang diajukan ke PPTTK-oleh karena itu, penyebab masalahnya adalah hilangnya 7,6 triliun rupee, potensi kerugian atau pendapatan yang tidak mencukupi. -Agung hanya mengumumkan bahwa dalam hal jumlah, entitas yang diinspeksi kemudian menyerahkan aset sebesar 449, Rp 45% atau menyimpannya dalam perbendaharaan nasional / regional / sosial. Agung mengatakan: “Pada saat inspeksi, entitas yang diperiksa telah menindaklanjuti, mentransfer aset, atau mendepositokan 449,45 miliar rupee (7%) ke inventori nasional untuk publik / wilayah / perusahaan.” – Agung menjelaskan lebih detail Pada 2019, IHPS II adalah snapshot dari 488 laporan audit (LHP) yang diserahkan oleh BPK kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan publik dan lembaga lainnya.

Tinjauan ini mencakup hasil tinjauan laporan keuangan (1%), 267 hasil audit kinerja (54%) dan 220 hasil tes khusus (DTT) (45%) – IHPS Semester II 2019 meliputi Hasil pemeriksaan kinerja tematik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga lain sendiri.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online