Serangan Covid-19, Qantas melepaskan 25.000 petugas, armada baru berhenti

Reporter dari Tribunnews.com, Dammavanri-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Laporan Covid-19 yang populer juga menyentuh urusan Qantas Airlines. 25.000 karyawan diberhentikan. -Qantas mengutip Reuters, Selasa (12 Mei 2020) untuk memberi tahu produsen pesawat Airbus dan Boeing tentang suspensi pesawat. Menurut Qantas, ekspedisi terhenti karena mencoba menangani dampak Covid-19 pada perusahaan.

Sebelumnya Qantas berencana untuk menambah tiga Boeing 787-9 pada akhir 2020 dan mengirimkannya pada bulan Agustus. Kemudian datang Airbus A321neos pada tahun 2022.

Baca: Mengurangi redundansi, pemerintah mengizinkan penduduk di bawah usia 45 tahun untuk melakukan lebih banyak kegiatan

Seorang juru bicara Qantas mengatakan bahwa maskapai penerbangan di seluruh dunia telah menghentikan operasi. Karena pandemi, perusahaan juga berhenti mengirim pesawat.

Baca: Anies mengeluarkan sanksi pengaturan terhadap gubernur: kendaraan melanggar ketentuan penarik PSBB

Beberapa minggu lalu, Qantas juga membatalkan reservasi A350, yang seharusnya digunakan sebagai pesawat komersial terpanjang Penerbangan Global Airlines, yaitu Sydney-London.

Qantas mengatakan bahwa perjalanan internasional harus lebih lama, yang seharusnya menjadi normal, karena maskapai saat ini berusaha untuk memulihkan kondisi perusahaan.

Baca: Pandangan Iskan tentang proposal DPR untuk pencetakan besar-besaran BI

Qantas juga memberhentikan 25.000 karyawan sebelum akhir Juni karena maskapai saat ini memiliki Hanya 5% dari armada dioperasikan pada rute domestik dan 1% dari armada dioperasikan pada rute internasional.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online