Garuda Indonesia menghadapi tantangan dari pandemi Covid-19

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Anggota Panitia Keenam DPR Deddy Yevri Sitorus saat ini adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), menghadapi tantangan berat akibat virus corona atau pandemi Covid-19. Setelah diberlakukannya pembatasan sosial skala besar (PSBB), penangguhan delapan layanan penumpang di area hub Garuda mulai menjadi tantangan berat. Juga berhenti. North mengungkapkan bahwa menurut data yang disampaikan kepada Komite Keenam Majelis Nasional Indonesia, biaya tinggi Garuda Indonesia termasuk biaya operasi, biaya sewa pesawat, biaya overhead tinggi dan biaya keuangan. “Nilai kontrak pesawat saat pandemi Covid-19,” ujarnya. Meskipun Covid-19 telah lulus, begitu juga dengan Garuda Indonesia.

Alasannya adalah beban hutang pada tahun 2020, termasuk sukuk $ 500 juta jatuh tempo pada bulan Juni 2020. -Dia memperkirakan Garuda Indonesia membutuhkan setidaknya US $ 600 juta di Amerika untuk mendukung kelangsungan hidupnya hingga akhir tahun 2020.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online