Nilai Bambang Haryo B30 tidak relevan karena jatuhnya harga minyak karena corona

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah mendesak penyesuaian segera harga BBM bersubsidi dan tidak disubsidi setelah harga minyak dunia turun untuk membantu sektor fisik merespons krisis ekonomi yang disebabkan oleh virus Corona (Covid-19).

Bambang Haryo Soekartono, presiden Perusahaan Transportasi Indonesia Jawa Timur (MTI), menyatakan bahwa harga energi (terutama bahan bakar minyak) harga harus disesuaikan dan ditetapkan secara transparan.

“Sejauh ini, biaya logistik di Indonesia tinggi. Salah satu alasannya adalah harga bahan bakar tidak transparan. Akibatnya, biaya produksi meningkat dan harga komoditas menjadi lebih mahal,” katanya, Selasa. 03/17/2020) berkata.

Menurut Bambang Haryo, industri yang sebenarnya saat ini harus mendapat manfaat dari penurunan harga energi, sementara harga minyak dunia turun menjadi lebih dari 50%, di bawah US $ 30 per barel.

“Harga bahan bakar diperkirakan akan turun terlepas dari apakah itu disubsidi atau tidak. Dalam ketidakpastian ekonomi saat ini yang disebabkan oleh Covid-19, harga energi murah dapat merangsang industri fisik, sehingga mendorong pembangunan ekonomi.” Majelis Nasional Indonesia 2014- Anggota tahun 2019.

Baca: Pertamina tidak berniat menurunkan harga BBM saat harga minyak dunia turun, ia juga mengimbau pemerintah tidak menggunakan energi bio-solar B30 sebagai alasan untuk menekan biaya impor secara signifikan. Harga bahan bakar murah. — Selain tidak mengurangi jumlah besar impor minyak dan gas alam, B30 benar-benar akan menghambat logistik dan membahayakan keselamatan transportasi. -Menurut data BPS, Bambang Haryo menyatakan bahwa impor migas mencapai US $ 29,81 miliar, sedangkan impor nonmigas mencapai US $ 158 miliar, yaitu kurang dari 20% dan sekitar 18%.

Oleh karena itu, proporsi impor diesel dalam total impor minyak dan gas dan impor non-migas hanya 1,6%.

Meskipun total penggantian bahan bakar dibandingkan dengan minyak kelapa sawit, rasio diesel impor dengan minyak kelapa sawit hanya 30%, dan total biaya impor minyak dan gas serta produk non-minyak dan gas adalah 6% atau sekitar 0,5%. Artinya, dampak biodiesel terhadap penghematan devisa impor sangat rendah.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online