Kementerian Perhubungan siap untuk meninggalkan sanksi pada Penerbangan Batik dan Angcasapura II, dan itulah sebabnya

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Setelah melakukan penyelidikan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap Batik Air dan PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai bagian dari pemantauan implementasi Permenhub No 18/2020. Transportasi adalah untuk mencegah Covid-19 Bagian dari distribusi.

Sanksi diberlakukan pada Kamis pagi (14/5/2020) setelah mengumpulkan penumpang di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Pada hari itu, Lion Air Group juga mengakui bahwa ada pesawat yang membawa lebih dari 50% penumpang selama periode Mass Social Restriction (PSBB) atau melanggar peraturan tentang jumlah penumpang.

Membaca: Soetta, mediator Indonesia Surati, Direktur Jenderal Administrasi Penerbangan dan AP II menumpuk penumpang di terminal bandara 2

Membaca: Fakta tentang antrian di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Media sosial adalah semua kemarahan-Novie Riyanto, Direktur Jenderal Kementerian Penerbangan Sipil dan Transportasi, menjelaskan bahwa Batik Airlines melanggar peraturan tentang tingkat hunian. penumpang.

Selama waktu ini, AP II bertanggung jawab untuk menunjukkan kepada pelanggan perjanjian untuk menjaga jarak atau jarak fisik di Bandara Soekarno-Hatta.

“Memang, beberapa hasil perjalanan udara batik tidak menghormati jarak fisik. Sanksi yang jelas akan diterapkan, termasuk Angkasa Pura II. Berbagai bentuk dapat dikutuk,” kata Novie. co.id, Selasa (19 Mei 2020).

Lion Air Group mengoperasikan pesawat Batik Air di 14 rute di Bandara Soekarno-Hatta.

Antara pukul 6:30 dan 9:20 di pagi hari WIB, ada jadwal penerbangan pagi untuk hingga 11 rute. Ini adalah alasan untuk pengumpulan penumpang, karena ada lebih banyak pemeriksaan pada dokumen penumpang daripada biasanya.

Karena kebutuhan untuk menjadwal ulang

Batik Air mengoperasikan Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi) Cabin), Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) dan Airbus 320-200NEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi). Oleh karena itu, menurut peraturan PSBB, PSBB membatasi jumlah penumpang maksimum hingga 50% dari kapasitas penumpang maksimum, dengan 90 penumpang per penerbangan (menggunakan Boeing 737-900ER).

Namun, salah satu pesawat dapat menampung lebih dari 90 penumpang.

Pesawat ID-6506 penerbangan Soekarno-Hatta-Denpasar (Denpasar) dijadwalkan berangkat pukul 08:00 WIB, dengan 6 pelancong bisnis dan 100 pelancong ekonomi. “Banyak penumpang atau penumpang yang datang karena kebutuhan mendesak, serta keluarga atau kelompok (pemesanan rombongan) yang ingin terbang berdampingan (berturut-turut) untuk perjalanan berkelompok,” strategi komunikasi Batik Airline Danang Mandala Prihantoro menjelaskan strategi Kamis, 5 / 14/2020) dalam pernyataan tertulis.

Berita ini disiarkan di KONTAN, dengan tajuk utama: Inilah yang membuat Kementerian Perhubungan membinasakan Batik Air dan AP II.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online