Masih ada penumpang yang kembali ke rumah mereka dengan bus AKAP, tetapi telah turun secara signifikan

Reporter Tribunnews.com, laporan Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Jakarta, Bogor, Deborah, Tangerang dan Bekasi (BPTJ) Departemen Perhubungan telah mencatat angkutan penumpang antar kota antar provinsi (AKAP) Jumlahnya menurun. – Hal ini didasarkan pada data terminal bus yang diotorisasi oleh BPTJ, yaitu terminal Baranangsiang (Bogor), terminal Jatijajar (Depok), terminal Poris Plawad (Kota Tangerang) dan terminal Pondok Cabe (Kota Moog Selatan). — Di terminal Baranangsiang di Bogor, jumlah kedatangan penumpang di bulan Februari mulai turun menjadi 19.448 penumpang per hari (-3, 55%), dan hanya 3.356 penumpang di bulan Maret (-83.35%).

Baca: Sri Rasa sakit pekerja binatu Sri Murti, banjir rumah yang terendam di tengah Mahkota Banjir Besar – Demikian pula, penumpang yang berangkat dari terminal Paranaon cenderung berkurang 43.832 pada bulan Februari (-13,57%) Pada bulan Maret, hanya ada 8.467 penumpang (-83,30%).

Baca: Politisi PDIP: 13 narapidana melakukan kejahatan lagi: Progr harus terus berasimilasi

terminal Pondok Cabe di Tangerang selatan Jumlah penumpang yang tiba di bulan Februari cenderung menurun menjadi 998 (-28,76%), dan selanjutnya turun menjadi 882 (-37,04%) pada bulan Maret 2020. — Baca: Masjid Ramadhan ini dijalankan oleh Tarawih Ambil kendali dan putus dengan puasa, serta doa-doa Takbir dan Idul Fitri meninggalkan terminal di sini juga menurun, dan pada bulan Februari turun menjadi 2003 (-12,49%).

“Tetapi tepatnya pada bulan Maret tingkat keberangkatan naik lagi, mendekati jumlah normal, mencapai 20.292. Meskipun jumlah penumpang sangat berkurang, BPTJ secara sistematis menerapkan perjanjian sanitasi dalam manajemen terminal resminya,” Senin (04/4) 20/2020) Tribunnews.com menerima siaran pers resmi BPTJ.

“Dari 4 Maret 2020, menurut pengumuman utama BPTJ n.4 pada 4 April 2020, perjanjian itu sendiri dilaksanakan , Pemberitahuan terkait dengan “mencegah risiko penyakit coronavirus pada 2019 (COVID -19),” lanjutnya. Seperti yang Anda tahu, pandemi Covid-19 telah menyebabkan operator bus bergeser di antara penyedia layanan publik di sektor transportasi.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online