1.709 penumpang di kereta jarak jauh ditolak untuk pergi karena tidak lulus verifikasi dokumen

Reporter Tribunnews.com, Reynas Abdila, Jakarta, TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Kereta reguler akan kembali beroperasi mulai 12 Juni 2020. Namun, setidaknya 1.709 penumpang kereta api jarak jauh ditolak untuk pergi karena mereka tidak melalui persyaratan verifikasi dokumen perpindahan.

Joni Martinus, Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI, mengumumkan dalam siaran pers yang dirilis pada hari Rabu (17 Juni 2020). Pada periode keberangkatan dari 12 hingga 15 Juni 2020, ada 7.803 tiket kereta api jarak jauh. 1.709 penumpang atau 22% penumpang ditolak berangkat. “-Untuk 6.094 penumpang, karena mereka memenuhi persyaratan .

Pada periode normal baru, penumpang kereta api jarak jauh harus membawa surat hasil Covid-19 yang valid. PCR (berlaku selama 7 hari) atau tes cepat (berlaku selama 3 hari)

Baca: Menurut spesifikasi dan daftar harga Samsung Mobile, Samsung telah merilis Galaxy S20 + BTS versi Juni 2020

Selain itu, ada sertifikat gejala gratis, seperti dokter rumah sakit / abses Untuk pesan Luenza (influenza-like syndrome) yang dikeluarkan di area yang tidak memiliki PCR dan / atau fasilitas tes cepat, dan aplikasi Care Protect dapat diunduh dan diaktifkan dari perangkat seluler.

Baca: Promosi terbaru Vivo, Vivo Y50 Smart Ponsel itu sekarang dibanderol dengan harga Rs 3,499 crore dan memiliki bonus yang besar

“Secara khusus, penumpang di bawah usia 3 yang menggunakan kereta jarak jauh untuk membawa wajah pribadi ke penumpang dewasa, KAI akan menyediakan masker wajah,” kata Joni. — Secara umum, setiap penumpang di kereta harus dalam kesehatan yang baik (jangan terkena flu, dingin, batuk, demam), suhu tubuh tidak melebihi 37,3 derajat Celcius, harus mengenakan topeng, pakaian atau jaket lengan panjang.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online