Untuk mengurangi dampak tabrakan belakang, Kementerian Transportasi membutuhkan truk untuk memasang alat RUP

Laporan reporter Tribunnews.com tentang Hari Darmawan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Administrasi Umum Angkutan Darat telah mengatur agar semua truk dilengkapi dengan perlindungan tabrakan belakang (RUP) atau belakang Bumper.

Ini karena data dari Lembaga Asuransi untuk Keselamatan Jalan (IIHS), yang mencatat jumlah kendaraan yang sangat tinggi yang menyebabkan kecelakaan karena tabrakan belakang.

Menurut data IIHS, tabrakan belakang-belakang kendaraan kecil dan truk di jalan raya Hamburg Cipali stabil, dengan rata-rata 36 kejadian per bulan.

Membaca: Kementerian Perhubungan menyerahkan 271 langkah bayi dan peralatan keselamatan gratis kepada nelayan Lampung Budi Setiyadi, manajer umum transportasi darat, mengatakan bahwa menambahkan peralatan RUP harus mengurangi cedera punggung. Budi Setiadi mengatakan dalam konfirmasi: “Untuk mengurangi tingkat kematian yang disebabkan oleh kecelakaan di mana mobil kecil menabrak mobil besar, perlu untuk melakukannya dan memasang RUP di truk,” Selasa (2020/7/21) ) .

Tujuan Buddy untuk terus menginstal alat RUP ini tentu saja untuk mencegah mobil kecil masuk ke ruang di bawah mobil besar.

Membaca: Untuk mendukung pariwisata di Bali, Kementerian Perhubungan melakukan uji coba elektronik di perairan Benoa,

“Jadi, dengan menggunakan alat RUP ini, ia dapat meminimalkan jumlah korban yang menderita luka fatal yang serius Nomor, “kata Budi Setiyadi.

Menurut Budi, jika terjadi kecelakaan, sebuah mobil kecil akan meluncur atau menabrak bagian belakang truk besar, itu akan diperbaiki oleh alat (RUP), dan kemudian airbag akan mengembang, dan penumpang mobil kecil Akan bertahan.

Sebelumnya, Kemenhuh menjabat sebagai manajer umum perusahaan transportasi darat AJ. 510/1/14 / DRJD / 2020, yang melibatkan pemasangan bumper belakang pada truk dan kendaraan bermotor lainnya.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online