PPATK akan menuntut aliran dana KSP Indosurya ke mana saja

Reporter Ferrika Sari dari TRIBUNNEWS.COM di Jakarta-Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus fokus pada aliran dana Simpanan dan Pinjaman Koperasi Cipta Indosurya Cipta (KSP). Di mana aliran dana koperasi (dana tindak lanjut), atau bahkan di luar negeri. Dian An berkata: “Pada prinsipnya, tugas kita adalah melacak uang berdasarkan kompleksitas transaksi.” Meskipun dia mengatakan bahwa meninjau transaksi asing akan memakan waktu lebih lama, katanya (Kamis, 6 November, 2020) . Karena itu harus menunggu tanggapan dari badan intelijen sektor keuangan negara.

Baca: Membutuhkan PKPU KSP Indosurya Cipta tersisa

Tetapi tidak pasti kapan pemantauan dan peninjauan dana Indosurya akan selesai, karena itu tergantung pada kompleksitas identifikasi transaksi. –Baca: Otto Hasibuan: KSP Indosurya harus bangkrut, bukan PKPU

Di masa lalu, PPATK juga menyerahkan hasil penyelidikan tahap pertama ke penyelidikan pidana. Sedangkan untuk rincian hasil inspeksi, poin D menjelaskan kepada polisi.

Baca: Juru Bicara Pengadilan Corona Soaring, juru bicara Fajroel Rachman: tidak lebih dari 20.000, tidak lebih dari ini

Polisi masih dalam penyelidikan dan merumuskan tindakan tindak lanjut khusus terhadap tuduhan aktif yang dibuat oleh organisasi. Ada dua tersangka di luar negeri.

Baca: Fakta sebenarnya di balik kisah viral dari 5 anak yang meminta adopsi, orang tua meninggal karena Covid-19

Helmy Santika, Panglima Hukum Kejahatan Ekonomi: Bareskrim telah menerima banyak informasi tentang properti tersangka. .

Baca: Skandal pernikahan aneh ini akhirnya terungkap. Pria ini ditipu oleh pengantin wanita dan segera bertindak.

“Sejauh ini, masalah terkait aset yang diduga berada di luar negeri masih dieksplorasi. Dia mengatakan:” Masih perlu eksplorasi dan penyelidikan. “Untuk mengeksplorasi aset-aset ini, investigasi kriminal memberikan kemungkinan untuk bekerja sama dengan negara-negara lain di mana aset tersebut berada. Investigasi kriminal juga bekerja sama dengan PTTTK untuk menemukan aset tersangka. Polisi menunjuk dua tersangka dalam kasus dugaan penipuan. Dua tersangka Mereka adalah mantan Presiden KSP Indochina Henry Surya (HS) dan Manajer Umum KSP Indosurya Suwito Ayub (SA).

Karena para tersangka ditangkap pada awal Mei, polisi belum menahan kedua tersangka itu. Helmy tidak segera bertanggung jawab atas alasan mengapa Penahanan kedua tersangka ini masih hemat.

Namun, selama periode investigasi, keduanya dicegah untuk pergi ke luar negeri untuk jangka waktu tertentu .

– PPTTK akan terus melakukannya.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online