Beli kembali saham ketika dianggap mungkin untuk mengeram Corona

Jakarta pandemi TRIBUNNEWS.COM-Coronavirus atau COVID-19 telah berdampak besar pada perekonomian Indonesia.

Pasar saham tidak terkecuali.Karena gejolak di pasar global, pasar saham juga telah terkikis.

Bahkan jika CSPI dibuka pada awal 2020, itu akan turun 18,46%.

Dalam hal ini, Administrasi Layanan Keuangan (OJK) mengambil langkah-langkah yang diharapkan dan mengeluarkan kebijakan pada 9 Maret 2020. –Reading: Kedutaan Besar Indonesia di Singapura mengeluarkan seruan terbaru tentang virus korona, yang telah dimasukkan dalam kebijakan

Membaca: Untuk mencegah Covid-19, Angkasa Pura dari menyebarkan saya menerapkan sistem “bekerja di rumah” – Kebijakan ini bertujuan untuk mempromosikan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka tanpa harus mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Kebijakan ini dijelaskan dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan atau SEOJK No. 3 / SEOJK.04 / 2020, yang melibatkan kondisi lain, seperti fluktuasi besar dalam kondisi pasar ketika penerbit atau perusahaan terdaftar melakukan pembelian kembali saham. — Peraturan baru memungkinkan perusahaan yang terdaftar untuk membeli hingga 20% dari modal disetor.

Sebagai hasil dari kebijakan ini, pasar saham harus lebih tahan terhadap sentimen negatif, yang mengakibatkan fluktuasi besar di pasar saham.

Junaidi Tarigan menunjukkan ini dalam diskusi ilmiah tentang penerapan SEOJK No. 3 / SEOJK.04 / 2020 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni FH Unpad (IKA) di Law School of Law School. Akhir pekan lalu, Universitas Pajajar Jakarta. 03/15/2020).

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online