UMKM yang tidak terpengaruh oleh Covid-19 masih dapat menggunakan insentif pajak

Reporter Reynas Abdila dari Tribunnews.com di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta melaporkan bahwa departemen pajak memberikan insentif pajak untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam bentuk penangguhan penerimaan pajak (PPh) 0,5%. — Hestu Yoga Saksama, Direktur Penasihat Pajak, Layanan dan Hubungan Masyarakat menjelaskan bahwa insentif ini berlaku tidak hanya untuk UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19, tetapi juga bagi UMKM yang tidak terpengaruh. “Tidak terpengaruh. Jika itu terjadi, tidak perlu membayar 0,5% dari PPh karena ditanggung oleh pemerintah. Bahkan UMKM yang tidak terpengaruh dapat mengambil manfaat dari mengirimkan laporan kepada SAT. Terus menerima insentif,” katanya. Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Katadata dan DJP, Senin (13 Juli 2020).

Baca: Pemerintah berencana untuk memperluas insentif pajak untuk usaha kecil dan menengah

Baca: Hanya 200 ribu UMKM yang didorong, kendala-kendala ini

Hestu menambahkan bahwa departemen pajak mencoba untuk melewati cakupan PPh membantu UMKM selama periode pandemi ini – terutama untuk UMKM yang tidak terpengaruh oleh pandemi, PPh harus dibayar sebulan sekali, yang dapat digunakan untuk membayar biaya operasi seperti upah, dan juga dapat menghemat modal untuk mempertahankan pandemi.

“Oleh karena itu, kami berharap bahwa lebih banyak UMKM dapat memanfaatkan insentif ini. Kami telah bersosialisasi, termasuk mengirim email ke 2,3 juta UMKM pajak. Namun, sejauh ini, hanya sekitar 200.000 UMKM berada di Selama periode ini, insentif pajak digunakan. Pandemi, “kata Hesto.

Hesto menambahkan bahwa sistem pajak untuk UKM mudah diterapkan. Persentase turnover bulanan. “” berlaku untuk UMKM dengan omset tahunan 4,8 miliar rupee atau kurang dari 400 juta rupee per bulan. Rencana tersebut dirancang sebagai bentuk pemerintahan dan berdiri di sisi pembayar pajak UMKM.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online