Garuda Indonesia belum memperoleh izin penerbangan khusus dari Kementerian Perhubungan

Reporter Tribunnews.com, laporan Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-CEO Garuda Indonesia Irfan Sebuahutra mengakui bahwa ia masih mencoba untuk mengajukan izin penerbangan khusus selama pandemi Covid 19.

Garuda mengakui pentingnya perlunya layanan transportasi udara dan selalu mengikuti semua pertimbangan pemerintah, seperti rilis peraturan PM 25/2020. “Menurut Konstitusi, jika ada warga yang menuntut repatriasi, negara harus memulangkan. Anda dapat membayangkan ribuan orang di luar negeri, “” dalam diskusi virtual, Senin (5/5/2020).

Baca: Pengamat: Harga bahan bakar Indonesia masih kompetitif di kawasan ASEAN

– Baca: KSAU menyatakan bahwa ia harus mengelola anggaran pertahanan nasional Angkatan Udara Indonesia. Ia transparan dan bertanggung jawab – “Garuda Indonesia adalah standar Carrier. Kami sedang dalam diskusi dengan banyak partai politik termasuk otoritas, regulator dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendapatkan izin, “tambahnya. Tujuan Operasi Garuda tidak hanya untuk tujuan komersial, tetapi juga karena misinya adalah untuk menyambut mereka yang ingin kembali ke negara asal mereka.

“Akhirnya, kami selalu terbang ke tempat-tempat yang tidak dilarang. Bahkan frekuensinya rendah, seminggu sekali. Ini untuk memastikan bahwa warga negara Indonesia di Eropa, misalnya, bisa mendapatkan layanan di Indonesia, dan sebaliknya,” kata Irfan.

Bahkan dalam kondisi terburuk, Irfan terus mengatakan bahwa Garuda masih akan terbang setidaknya sebulan sekali.

Irfan menjelaskan bahwa load factor Garuda saat ini tidak hanya 20 hingga 30% dari penerbangan, tetapi menurutnya, ini bukan masalah. — “Jika Anda ingin melakukan sesuatu, Anda harus terluka. Tetapi jika kami tidak mencoba, mereka akan dengan mudah memberi tahu di mana Anda berada? Aturan-aturan ini belum ada, kami akan tetap berpegang teguh pada mereka,” pungkasnya.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online