Corona mencegah Bandung dan Jabotabek dari menjual jutaan ekor ayam dan peternak menderita kerugian besar

Reporter Tribune Jawa Barat Andri M Dani melaporkan-CIAMIS ‘TRIBUNNEWS.COM-Diperkirakan jutaan ayam pedaging Chamis tidak dapat dikirim ke pasar mereka, yaitu Bandung dan Jabodetabek. Orang-orang diminta untuk tinggal di rumah dan kembali ke rumah. Peternak ayam pedaging Ciamis.

Akibatnya, peternak juga menderita kerugian besar dan hanya bisa menjual ternak dengan harga jauh lebih rendah dari biaya dasar. Dampak epidemi Covid -19 .

Selama dua minggu terakhir, harga memang turun. Harga ayam jantan di kandang pembibitan Pusat Unggas Jawa Barat hanya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 12.000 / kg.

Baca: Dikira meninggal karena Covid-19, dan pemakaman warga Gowa diberhentikan.

Baca: Penghalang pemakaman korban virus Corona merupakan tindakan ilegal, ada artikel “Kriminal”

Nepal I Nyoman Yogi Hermawan berkata: Baca: Bhayangkara sedang menunggu proses pengadilan Saddil Ramdani dari kepolisian Kendari

Baca: DG PAS memastikan Korupsi dan narapidana teror tidak dapat menghilangkan dampak virus korona-walaupun biaya produksi (BPP) masih sekitar Rp 28.000-Rp 30.000 / kg.

“Harganya benar-benar turun. Dalam dua minggu, pasar telah lumpuh dan permintaan belum melebihi sepertiga.” Bandar dan Bandung Jabodetabek ragu-ragu untuk menyambut ayam karena tidak ada yang membelinya. Pasar sepi dan tidak ada yang berbelanja. H. Komar, koordinator popok laki-laki dari Forum Unggas Puriang Timur, mengatakan pada hari Rabu (1/4/2020) .Sekitar 1 juta ayam pedaging Chayas telah memasuki pasar utama di Jabodetabek dan Bandung. Dalam dua minggu terakhir Sementara itu, ayam Ciamis telah berjuang untuk memasuki pasar Jabodetabek dan Bandung.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online