BI mendorong penataan sistem Wakaf melalui dukungan teknis

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa sistem wakaf yang tertib dan didukung oleh teknologi harus mendorong penggalangan dana lintas batas. Deputi Gubernur BI Doni P Joewono pada Simposium Internasional “Cross-border Waqf on the New Normal: Potential, Benefits and Challenges”, Jumat (30 Oktober 2020).

Baca juga: Pembiayaan dana produksi wakaf membuka jalan bagi solusi ketahanan pangan

Lebih lanjut Doni mengatakan pengelolaan wakaf ini berkembang antar negara dari waktu ke waktu.

Untuk memastikan bahwa pengelolaan wakaf transnasional sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan Wakaf / WCP, maka Pokja WCP internasional akan memimpin standar minimal pendidikan dan sosialisasi.

Ia menjelaskan hal itu dilakukan untuk mengawasi sistem manajemen dengan baik dan mengawasi aset operasi transnasional. Menurut peraturan WCP, wakaf lintas batas melibatkan lima prinsip utama.

Pertama, lembaga wakaf harus memiliki kebijakan dan prosedur yang tepat untuk memitigasi risiko pengelolaan wakaf lintas batas. Baca juga: Kementerian Agama dan Kementerian Koperasi ATR / BPN Percepat Proses Sertifikasi Tanah Wakaf Kedua, Kerja Sama dan Pertukaran Informasi Antar Lembaga Wakaf untuk Pengawasan yang Efektif.

Ketiga, Direktur Wakaf Minta Pengurus Wakaf Konfirmasi, Kebijakan dan Prosedur Pengukuran, Penilaian Risiko Nasional, Pemantauan, Pelaporan, Pemantauan, dan Mitigasi Keempat, regulator donor menilai skala prioritas negara penerima berdasarkan tingkat kemiskinan, dampak bencana, dan jarak dari negara tersebut. Dia menyimpulkan: “Kelima, pengawas wakaf mengevaluasi dan menganalisis negara untuk mengurangi kemungkinan konflik antara negara donor dan negara penerima.”

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online